JAVASATU.COM- Pemerintah Kota Kediri memberangkatkan 200 pemudik dalam program Balik Gratis Kota Kediri 2026 menuju Jakarta dan Surabaya. Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin di Terminal Tamanan, Selasa (24/3/2026), dengan empat armada bus yang terdiri dari tiga bus tujuan Jakarta dan satu bus tujuan Surabaya.

Program ini menjadi solusi arus balik Lebaran 1447 Hijriah dengan menyediakan transportasi aman dan gratis bagi masyarakat, sekaligus menekan kepadatan kendaraan pribadi di jalan.
“Dalam Balik Gratis ini juga disediakan cek kesehatan. Hal ini guna memastikan perjalanan hingga ke kota tujuan nanti aman,” ujar Qowimuddin.
Ia menegaskan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran arus balik. Selain fasilitas transportasi, peserta juga mendapatkan layanan cek kesehatan hasil kolaborasi Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.
“Setelah Lebaran biasanya kita menikmati banyak hidangan. Tidak ada yang salah, tetapi kesehatan tetap harus dijaga. Cek kesehatan ini memastikan tekanan darah aman dan kondisi tubuh siap, supaya berangkatnya tenang, sampainya pun nyaman,” ungkapnya.
Gus Qowim juga berpesan kepada para pemudik agar menjaga nama baik Kota Kediri saat kembali ke perantauan. Ia menyebut para peserta sebagai duta daerah yang membawa nilai-nilai positif seperti keramahan dan semangat gotong royong.
“Kami terus berbenah, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Harapannya, saat panjenengan pulang nanti, Kota Kediri sudah semakin maju dan membanggakan,” tegasnya.
Salah satu peserta, Isnan Munawar, mengaku sangat terbantu dengan program ini, terutama bagi keluarganya yang melakukan perjalanan bersama.
“Bagi saya yang mudik dengan jumlah tujuh orang ini sangat terbantu. Tahun kemarin juga ikut dan Alhamdulillah dapat lagi. Pelayanannya juga semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, seluruh armada bus telah melalui proses ramp check dan diberi stiker sebagai tanda laik jalan. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesehatan pengemudi.
Program Balik Gratis Kota Kediri 2026 diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurai kepadatan arus balik sekaligus memberikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (kur/nuh)