JAVASATU.COM- Sebanyak 50 kreator muda terpilih mulai berburu cerita tentang literasi, sejarah, dan budaya Kota Malang melalui karya video. Mereka mendapat pembekalan dari para praktisi media dan kreator konten dalam Lomba Video Konten Literasi 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Malang.

Dari total ratusan peserta yang mengikuti lomba, panitia menyeleksi 50 karya terbaik untuk mengikuti pembekalan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dispussipda Kota Malang, Kamis (18/6/2026). Para peserta selanjutnya akan menyempurnakan karya mereka sebelum kembali dinilai untuk menentukan para pemenang.
Kepala Dispussipda Kota Malang Wardasari Amalia, SMB, MM mengatakan, lomba tersebut merupakan upaya menghadirkan literasi dalam kemasan yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal Kota Malang kepada masyarakat luas.
“Kami menghadirkan Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 dengan tema besar mengangkat cerita Kota Malang dalam literasi. Kami ingin mengajak para peserta memotret sudut-sudut literasi, sejarah, dan budaya lokal melalui lensa kamera. Kami ingin dunia melihat bahwa Kota Malang bukan sekadar sebuah kota, tetapi kota yang penuh cerita dan inspirasi,” kata Wardasari saat membuka pembekalan peserta, Kamis (18/6/2026).
Pembekalan diberikan oleh tiga narasumber, yakni Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Malang Raya sekaligus Video Editor Javasatu.com Syaiful Arif, Pemimpin Redaksi JatimTIMES.com Nurlayla Ratri, dan konten kreator berbakat Achmad Faris. Materi yang diberikan meliputi teknik produksi video, standar jurnalistik, hingga strategi membuat konten yang menarik dan relevan dengan perkembangan media digital.
Wardasari menjelaskan, kegiatan tersebut terselenggara melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional RI. Selain meningkatkan kemampuan para peserta dalam membuat konten, lomba ini juga bertujuan mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan lokal Kota Malang.
“Melalui program ini, kami tidak hanya ingin meningkatkan kapasitas teknis para peserta, tetapi juga mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan lokal Kota Malang, memperkaya koleksi perpustakaan, serta mendorong budaya kreasi masyarakat yang lebih produktif,” ujarnya.
Ia berharap para kreator muda mampu menghadirkan konten literasi yang kreatif, segar, dan mudah diterima masyarakat, sehingga mampu memperkuat budaya literasi di Kota Malang.
“Jadikan lomba ini sebagai ajang untuk membuktikan bahwa warga Kota Malang adalah warga yang kreatif dan berkelas. Tunjukkan bahwa literasi bisa dikemas dengan cara yang seru, kekinian, dan tidak membosankan,” katanya.
Video-video yang dihasilkan para peserta nantinya akan menjadi bagian dari koleksi konten lokal Dispussipda Kota Malang sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan semangat literasi Kota Malang kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemenang akan diumukan pada Senin 29 Juni 2026. (saf)