JAVASATU.COM- Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri, ditutup sementara untuk kendaraan roda empat hingga 18 Agustus 2026. Penutupan dilakukan karena proyek revitalisasi pedestrian memasuki tahap pengerjaan crossing drainase yang dimulai sejak 7 Agustus 2026.

Pekerjaan tersebut dilakukan dengan membongkar saluran bawah jalan atau underdrain untuk meningkatkan kapasitas aliran air dari sisi timur dan barat Jalan Panglima Sudirman menuju Sungai Brantas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, I Made Dwi Permana, mengatakan saluran yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 2 meter dengan kedalaman efektif tersisa sekitar 50 sentimeter akan ditingkatkan menjadi 2 meter x 2 meter.
“Peningkatan kapasitas saluran ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan Jalan Sudirman. Dengan dimensi saluran yang lebih besar, kami berharap aliran air menuju Sungai Brantas menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan di kawasan ini dapat diminimalkan,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Menurut I Made, peningkatan dimensi saluran diperlukan agar debit air dapat dialirkan lebih optimal, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Pembongkaran saluran juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Metode tersebut dipilih untuk menjaga elevasi sekaligus struktur bangunan yang sudah ada.
“Pembongkaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Apabila dilakukan secara bertahap atau sebagian-sebagian, justru akan menyulitkan proses penyambungan kembali struktur bangunan. Karena itu, metode yang kami gunakan dipilih agar hasil pekerjaan lebih presisi, kuat, dan sesuai dengan standar teknis,” jelasnya.
Pengerjaan crossing drainase ditargetkan rampung pada 18 Agustus 2026. Namun, jika pekerjaan selesai lebih cepat, ruas jalan akan segera dikembalikan untuk digunakan masyarakat.
I Made meminta masyarakat memahami ketidaknyamanan selama proses pengerjaan. Menurutnya, peningkatan kapasitas drainase merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri memperbaiki sistem pengendalian air di kawasan perkotaan.
“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan. Peningkatan drainase ini merupakan investasi infrastruktur untuk menciptakan sistem pengendalian air yang lebih baik, sehingga ke depan kawasan Jalan Sudirman dan sekitarnya memiliki daya tampung yang lebih optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan selama proyek berlangsung berdasarkan permohonan Dinas PUPR sebagai leading sector pembangunan crossing drainase.
Rekayasa lalu lintas berlaku sejak 7 hingga 18 Agustus 2026 atau sekitar 10 hari.
“Ini sesuai dengan permohonan dari Dinas PUPR sebagai leading sectornya pelaksanaan pembangunan crossing drainase di Panglima Sudirman mulai tanggal 7 sampai nanti tanggal 18 Agustus. Kurang lebih 10 hari. Mungkin kalau memang harapannya bisa dipercepat, nanti kalau bisa dipercepat berarti sebelum tanggal tersebut bisa selesai,” katanya.
Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas di titik pengerjaan crossing drainase. Sementara kendaraan roda dua masih dapat melintas secara bergantian melalui sisi timur jalan yang belum dibangun.
Petugas Dishub juga disiagakan di lokasi untuk mengatur sistem buka-tutup kendaraan roda dua agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman.
Untuk kendaraan roda empat dari arah selatan, pengendara diarahkan melalui Jalan Brigjen Katamso menuju arah timur. Kendaraan tidak diperkenankan melewati titik proyek.
Namun, kendaraan roda empat yang memiliki kepentingan atau tujuan di kawasan Jalan Panglima Sudirman sebelum lokasi crossing masih diperbolehkan masuk.
“Kalau R4 sendiri nanti sementara ini untuk yang dari arah selatan itu langsung dari Brigjen Katamso kita arahkan ke timur. Jadi tidak kita perkenankan ke sini, nanti terus dia kalau mau mengambil jalur Sultan Agung nggak bisa. Tapi kalau dia mau mengakses yang istilahnya ada berkegiatan di Jalan Panglima Sudirman sebelum crossing ini kita perkenankan,” jelasnya.
Selain itu, arus kendaraan di Jalan Sultan Agung untuk sementara diatur dari arah timur menuju barat. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan memecah antrean kendaraan, khususnya di kawasan Simpang Kili Suci.
Dishub Kota Kediri akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung. Jika kondisi lapangan membutuhkan penyesuaian, pengaturan arus kendaraan akan disempurnakan.
Arief mengimbau masyarakat menyesuaikan rute perjalanan selama masa pengerjaan. Pengguna jalan juga diminta mematuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas agar mobilitas tetap aman dan lancar.
“Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan selama masa pekerjaan ini. Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan dalam mematuhi pengaturan lalu lintas, kami optimistis mobilitas tetap berjalan aman, tertib, dan lancar hingga proyek selesai. Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal, maka ruas jalan akan segera dibuka kembali untuk umum,” pungkasnya. (kur/arf)