JAVASATU.COM- Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Gresik mulai memetakan kondisi pendidikan di wilayah utara melalui program sensus pendidikan. Pendataan ini mencakup satuan pendidikan, tenaga pendidik, peserta didik, sarana-prasarana hingga kondisi kelembagaan untuk membangun basis data pendidikan yang lebih akurat dan terpadu.

Sosialisasi sensus pendidikan digelar di Aula MTs Ihyaul Ulum Dukun, Rabu (12/8/2026). Kegiatan melibatkan satuan pendidikan mulai RA/TK, MI, MTs/SMP, MA/SMA, SMK, TPQ hingga Madin, termasuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.
Ketua Panitia sekaligus Ketua LP Ma’arif NU MWCNU Dukun, Ikhwan Haji, mengatakan sosialisasi tersebut mencakup wilayah Dukun, Panceng, Ujungpangkah, Sidayu dan Bungah. Kegiatan tersebut diikuti 610 undangan.
“Singkatnya, sensus pendidikan ini adalah langkah memetakan kondisi sebenarnya pendidikan Ma’arif di Gresik agar pengelolaan lebih rapi, terukur, dan berkualitas,” kata Ikhwan.
Menurut Ikhwan, pendataan tersebut diharapkan ditindaklanjuti seluruh satuan pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Data yang terkumpul nantinya menjadi gambaran kondisi pendidikan Ma’arif di wilayah utara.
Sensus mencakup data tenaga pendidik dan kependidikan, antara lain jumlah, kualifikasi, sertifikasi serta masa kerja. Data peserta didik meliputi jumlah berdasarkan jenjang dan kelas, kelulusan serta persebaran siswa.
Selain itu, LP Ma’arif juga mendata sarana dan prasarana, kurikulum serta berbagai kondisi kelembagaan lainnya.
Ketua LP Ma’arif NU Gresik H. Moh. Mujib, M.Pd.I., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat basis data seluruh sekolah dan madrasah di bawah naungan NU secara terpusat.
“Tujuan utama dari sensus pendidikan ini untuk memperkuat dan mematangkan basis data seluruh sekolah serta madrasah di bawah naungan NU secara terpusat,” ujar Mujib.
Mujib mengatakan penyatuan data dalam satu basis diharapkan membuat informasi pendidikan lebih mudah diakses sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan data.
“Menyatukan seluruh data satuan pendidikan Ma’arif agar mudah diakses dalam satu pintu, efisiensi dan keamanan, mengoptimalkan pengelolaan data lembaga agar lebih teratur dan aman,” terangnya.
Menurut Mujib, basis data yang terpadu juga diperlukan untuk mendukung transparansi tata kelola program dan keuangan di lingkungan lembaga pendidikan. Data tersebut diharapkan mempermudah kolaborasi antara lembaga pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menilai pengelolaan data yang lebih terstruktur dapat menjadi salah satu pijakan untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing pendidikan NU.
“Semoga kita bisa memberikan lebih baik untuk LP Ma’arif NU Gresik,” pungkasnya.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pengisian sensus melalui Google Form. Tim IT PC LP Ma’arif NU Gresik memandu peserta dalam proses pengisian data secara digital.
Program sensus tersebut diharapkan menghasilkan pemetaan kondisi pendidikan yang lebih lengkap di wilayah utara.
Data yang terkumpul selanjutnya dapat menjadi dasar bagi LP Ma’arif NU Gresik dalam menyusun program, melakukan evaluasi dan menentukan kebutuhan pengembangan lembaga secara lebih terukur. (hoo/arf)