JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Kabupaten Lamongan bakal memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Rencana ini mencuat saat kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi ke TPA Ngipik, Selasa (7/4/2026), yang disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dalam percepatan penanganan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) di kawasan aglomerasi Surabaya Raya pada 2026. Gresik dan Lamongan termasuk dalam 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program tersebut.
Dalam peninjauan, kedua kepala daerah melihat langsung proses landfill mining di TPA Ngipik yang menjadi teknologi unggulan dalam mereduksi sampah.
“Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas pengelolaan sampah yang sudah modern. Kami akan belajar banyak dari sini, terutama terkait landfill mining yang belum kami terapkan,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Selain itu, Pemkab Gresik juga mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) serta inovasi pengolahan limbah makanan menjadi pakan ternak, burung, hingga ikan. Inovasi tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan pengelolaan sampah di Lamongan.
“Ke depan kami akan menjalin kerja sama melalui MoU. Pengelolaan sampah ini adalah gerakan bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan kesiapan daerahnya untuk berkolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.
“Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Surabaya Raya,” katanya.
Kerja sama tersebut melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan. Dalam skemanya, energi listrik hasil pengolahan sampah akan dibeli oleh PLN sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.
“Potensi sampah dari Gresik mencapai sekitar 250 ton per hari, sedangkan Lamongan sekitar 100 ton per hari yang akan dikirim ke fasilitas PSEL,” jelasnya.
Bupati Yani menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kunjungan balasan ke Lamongan guna menentukan titik pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) bersama.
“Kami berharap rencana kolaborasi ini segera terealisasi agar pengelolaan sampah lebih efektif dan berdampak pada lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bas/arf)