JAVASATU.COM- Warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok TPNPB-OPM pada Selasa (14/4/2026). TNI melalui Koops Habema langsung bergerak melakukan evakuasi korban serta memperketat pengamanan di wilayah tersebut.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan insiden tersebut kembali menunjukkan adanya gangguan keamanan yang menyasar masyarakat sipil.
“Peristiwa penembakan warga kembali terjadi. Mereka (TPNPB-OPM) melakukan gangguan dan intimidasi terhadap warga,” ujar Wirya.
Ia menjelaskan, insiden terjadi saat personel TNI menerima laporan terkait keberadaan kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap III/Puncak yang dipimpin Lekagak Telenggen, yang selama ini dikenal kerap melakukan aksi kekerasan.
“Tim patroli menerima informasi adanya kelompok TPNPB-OPM Kodap III/Puncak pimpinan Lekagak Telenggen yang dikenal sering melakukan aksi kekerasan bersenjata,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, TNI langsung melakukan patroli dan pengamanan di lokasi kejadian, sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak, termasuk korban meninggal dunia.
“Tim patroli segera melakukan pengamanan, perlindungan, dan evakuasi terhadap warga Distrik Kembru yang terdampak, termasuk korban meninggal dunia,” tegas Wirya.
Selain itu, TNI juga melakukan langkah tegas dan terukur untuk mengejar pelaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Dalam pelaksanaan patroli, kami melakukan tindakan tegas dan terukur serta mengutamakan keselamatan warga,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, TNI memastikan patroli keamanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Satgas Koops TNI Habema akan terus melaksanakan patroli demi terciptanya keamanan dan keselamatan warga Distrik Kembru,” tambahnya.
TNI berharap situasi keamanan di Distrik Kembru segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk anak-anak bersekolah dan tenaga kesehatan menjalankan pelayanan tanpa rasa khawatir. (arf)