JAVASATU.COM- Generasi Emas Nusantara (GEN) Malang Raya menggelar forum diskusi publik bertajuk “Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim” menjelang laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada 28 April 2026. Forum ini digelar sebagai respons atas beragam dinamika pandangan masyarakat terkait pertandingan sarat gengsi tersebut.

Ketua GEN Malang Raya, Dendy Indrawanto, menyebut forum ini menjadi ruang dialektika netral guna menampung aspirasi publik agar tetap menjaga kohesi sosial.
“Laga Arema FC vs Persebaya memang dikenal sebagai pertandingan dengan tensi tinggi. Menjelang 28 April, kami melihat dinamika pemikiran yang sangat beragam di masyarakat, sehingga perlu ruang dialektika yang netral,” ujar Dendy, Rabu (15/4/2026).
Melalui forum ini, GEN Malang Raya berharap hasil diskusi dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan terkait pelaksanaan laga Derby Jatim.
“Kami ingin membangun komunikasi yang konstruktif. Daripada perbedaan berkembang liar di ruang digital, lebih baik difasilitasi melalui dialog tatap muka yang setara,” kata Dendy.
Kegiatan yang dikonsep sebagai “laboratorium aspirasi” ini digelar di Ballroom Hotel Trio Indah 2, Kota Malang, Rabu (15/4/2026), dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kalangan intelektual. Forum tersebut tidak mengambil keputusan teknis pertandingan, melainkan menghimpun masukan dari berbagai pihak.
“Forum ini bukan untuk mengambil keputusan, tetapi menggali perspektif dan rekomendasi agar Derby Jatim dapat berlangsung aman, kondusif, serta tetap menjaga marwah olahraga dan persaudaraan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadho, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pertandingan Arema FC melawan Persebaya belum mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Malang, dan pertandingan Arema FC vs Persebaya belum mendapat restu karena mempertimbangkan isu yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi pertimbangan, mulai dari potensi gesekan suporter, aspek pengamanan kota, hingga dampak sosial ekonomi lokal.
“Isu suporter, pengamanan, hingga dampak sosial ekonomi menjadi perhatian utama dalam keputusan ini,” jelasnya.
Laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 diprediksi kembali menyedot perhatian nasional. Inisiatif GEN Malang Raya ini dinilai sebagai langkah preventif agar tensi pertandingan tidak meluas menjadi konflik sosial di tengah masyarakat. (arf)