JAVASATU.COM- Koperasi UMKM Madas Nusantara membentuk konsorsium usaha untuk membuka peluang keterlibatan pelaku UMKM Madura dalam rencana pengembangan Wiraraja Industrial Park Madura di Kabupaten Bangkalan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan disebut telah menyiapkan lahan sekitar 3.000 hektare untuk kawasan tersebut.

Konsorsium itu disiapkan agar pelaku usaha lokal dapat mengambil bagian dalam peluang bisnis yang muncul dari pengembangan kawasan industri, mulai dari pengadaan barang dan jasa, penyediaan tenaga kerja hingga pengelolaan limbah industri.
“Agar tidak menjadi penonton dalam pembangunan Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan, setiap pihak di Pulau Madura harus memanfaatkan peluang usaha yang ada. Diharapkan kehadiran investor di Bangkalan juga dapat menjadi pemicu masuknya investor lainnya ke Madura,” kata Ketua Umum Madas Nusantara, KRH HM Jusuf Rizal, SH, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Jusuf mengatakan rencana investasi tersebut berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Menurut dia, pelaku UMKM perlu mempersiapkan diri sejak awal agar dapat memenuhi persyaratan sebagai mitra usaha. Konsorsium Koperasi UMKM Madas Nusantara nantinya akan menjadi wadah bagi pengusaha Madura yang ingin terlibat dalam rantai usaha kawasan industri tersebut.
“Madas Nusantara akan membantu pengusaha UMKM dalam konsorsium agar dapat memenuhi persyaratan administrasi sebagai rekanan. Persyaratan usaha harus lengkap, mulai dari AHU, NPWP, pajak hingga NIB. Aspek hukumnya juga akan kami bantu,” ujar Jusuf.
Ia menilai keterlibatan pengusaha lokal penting agar manfaat ekonomi dari investasi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat membuka ruang bagi UMKM dan pelaku usaha di Madura.
Rencana pengembangan Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan disebut berkaitan dengan rencana investasi perusahaan asal China. Dengan lahan yang disiapkan mencapai sekitar 3.000 hektare, kawasan tersebut diproyeksikan membuka aktivitas ekonomi baru dan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Namun, Jusuf menekankan kesiapan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan. Menurutnya, legalitas usaha dan kapasitas bisnis harus disiapkan sejak awal.
Koperasi UMKM Madas Nusantara merupakan bagian dari Madas Nusantara, organisasi yang menghimpun masyarakat Madura di perantauan di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. Organisasi tersebut bergerak dalam komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaborasi, silaturahmi serta pengembangan jaringan usaha.
“Kami ingin pengusaha Madura memiliki kesiapan ketika peluang usaha terbuka. Jangan sampai investasi masuk, tetapi pelaku usaha lokal belum siap memenuhi persyaratan untuk menjadi mitra,” pungkas Jusuf. (nuh)