JAVASATU.COM- Seorang entrepreneur asal Malang, Indonesia, Heri Cahyono atau yang dikenal Sam HC, akan memulai ekspedisi lintas negara bertajuk “Sam HC Jelajah Bumi: From Indonesia to See Your Beautiful Country”. Perjalanan menggunakan sepeda motor ini dijadwalkan start pada 2 Mei 2026 dari Malang, Jawa Timur, dengan target menjelajah hingga 14 negara.

Rencana ekspedisi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Resto Desapa Bandara, Pakis, Malang, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi titik awal publikasi perjalanan eksplorasi lintas budaya yang mengusung tagline “Don’t Tell My Mother”.
“Tujuannya sederhana, ingin bertukar budaya, mencari teman baru, dan mendapatkan ilmu baru. Ini lebih ke ekspedisi, bukan sekadar touring,” ujar Heri Cahyono.
Dalam rute awal, Sam HC menargetkan perjalanan melintasi sejumlah negara Asia, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Uzbekistan, Iran, hingga Pakistan. Selain itu, terdapat opsi rute lanjutan ke Armenia, Azerbaijan, atau bahkan Arab Saudi, tergantung situasi di lapangan.
“Kita tulis target 14 negara. Tapi di perjalanan nanti bisa berkembang, tergantung kondisi dan peluang di lapangan,” jelasnya.
Ekspedisi ini berbeda dari perjalanan sebelumnya karena untuk pertama kalinya ia benar-benar berangkat dari Indonesia menggunakan motor yang dikendarai sendiri. Sebelumnya, ia mengaku pernah mengirim motor ke luar negeri, namun tidak digunakan untuk perjalanan langsung dari Tanah Air.
“Kalau dulu sudah pernah kirim motor ke luar negeri, tapi kali ini benar-benar dinaiki langsung dari Indonesia,” ungkapnya.
Meski mengusung konsep eksplorasi bebas tanpa agenda khusus di tiap negara, Sam HC mengakui bahwa tantangan terbesar justru terletak pada aspek administratif, khususnya dokumen kendaraan saat melintasi perbatasan.
“Yang paling sulit itu administrasi motor saat masuk antarnegara. Kami sudah siapkan dokumen lengkap, bahkan sampai 30 set berkas fisik untuk antisipasi,” katanya.
Dari sisi kesiapan fisik, perjalanan ini juga menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, Sam HC mengaku baru saja mengalami cedera retak kaki sekitar dua bulan lalu dan belum sepenuhnya pulih.
“Secara kesehatan memang belum 100 persen, tapi insya Allah penyembuhan sambil jalan. Kalau mental, saya siap,” ujarnya.
Awalnya, ekspedisi ini direncanakan diikuti empat orang, namun dua peserta mengundurkan diri. Saat ini, perjalanan akan dilakukan oleh dua rider, termasuk satu rekannya dari Semarang.
“Awalnya empat orang, sekarang tinggal dua. Tapi persiapan tetap maksimal,” katanya.

Terkait pendanaan, Sam HC mengaku tidak secara aktif mencari sponsor, meski ada sejumlah pihak yang menawarkan dukungan. Ia memilih menjalankan ekspedisi secara mandiri tanpa terikat kontrak promosi.
“Ada yang menawarkan sponsor, tapi saya tidak ingin terikat kontraprestasi. Kalau membantu silakan, tapi tanpa syarat,” tegasnya.
Perjalanan ini diperkirakan berlangsung selama 4 hingga 6 bulan, tergantung kondisi di lapangan. Sam HC menegaskan ekspedisi ini penuh ketidakpastian, sehingga ia menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Ekspedisi itu penuh kejutan. Kita berharap yang terbaik, tapi tetap siap untuk kemungkinan terburuk,” pungkasnya. (saf)