JAVASATU.COM- Kondisi bangunan SDN 3 Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mendapat perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Malang. Dewan menemukan kerusakan pada bagian atap luar hingga fasilitas toilet yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) setelah menerima keluhan langsung dari kepala sekolah terkait kondisi sarana dan prasarana yang dinilai sudah membutuhkan perbaikan.
“Memang kondisinya memprihatinkan karena atap yang di luar dan kondisi toiletnya. Ini kalau ada anak-anak yang lewat, mengkhawatirkan kalau sampai kejatuhan material-material atap,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang Agung Dwi Susanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/9/2026).
Agung mengatakan, pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pendidikan. Berdasarkan berkas checklist tanda terima yang diterima dewan, usulan tersebut tercatat telah diajukan sebanyak lima kali.
Pengajuan terakhir tercatat pada 20 Januari 2026. Namun, hingga dilakukan peninjauan, perbaikan belum mendapat penanganan.
“Berdasarkan berkas checklist tanda terima yang diterima dewan, usulan proposal tersebut tercatat sudah diajukan sebanyak lima kali, dengan pengajuan terakhir tertanggal 20 Januari 2026,” tambah Agung.
DPRD Dorong Masuk PAK
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Malang berkomitmen mengawal penganggaran perbaikan SDN 3 Pajaran agar dapat diakomodasi dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.
Namun, apabila pembahasan PAK telah selesai dan ruang penganggaran tidak memungkinkan, dewan akan mengupayakan perbaikan tersebut masuk dalam anggaran tahun depan.
“Kita upayakan semaksimal mungkin, kalau memang nanti bisa masuk di PAK tahun ini ya di PAK. Tapi kalau PAK sudah terisi semuanya, ya mudah-mudahan di tahun depan, tapi kita upayakan di PAK nanti,” tegas Agung.
Dalam sidak tersebut, Agung hadir bersama perwakilan Dinas Cipta Karya, Dinas Pendidikan, Kepala Desa Pajaran, serta pengurus Komite Sekolah.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kerusakan ditemukan pada dua ruang kelas dan fasilitas toilet. Sementara itu, deretan bangunan sekolah di sebelahnya telah mendapat penanganan melalui bantuan pada tahun lalu.

Terkait kebutuhan anggaran, Komisi III menyerahkan perhitungan teknis kepada konsultan dan dinas terkait. Dewan menegaskan akan mengawal proses penganggaran agar perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dapat segera dilakukan.
“Terkait besaran anggaran perbaikan, Komisi III menyerahkan sepenuhnya perhitungan teknis kepada konsultan dan dinas terkait. Peran kami adalah mengawal proses tersebut agar sarana prasarana pendidikan bagi generasi penerus dapat segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan belajar-mengajar,” pungkas Agung. (agb/arf)