email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

by Redaksi Javasatu
9 Oktober 2022

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

Oleh: Denny JA

Tahun ini, 2022, baru saja panitia Nobel memilih sastrawan Perancis, Annie Ernaux mendapatkan Nobel Sastra. Kapankah sastrawan Indonesia, bahkan Asia Tenggara, mendapatkan hadiah Nobel itu?

Sejak hadiah itu pertama kali diberikan di tahun 1901, 121 tahun lalu, tak pernah sekalipun sastrawan Indonesia, dan Asia Tenggara menerimanya.

Terlepas dari aneka kontroversi, hadiah Nobel Sastra tetap penting untuk mendinamisasi dunia sastra sebuah bangsa.

Mimpi agar ada warga negara Indonesia, atau Asia Tenggara suatu saat memperolehnya, itu mimpi yang sehat, untuk mutu sastra.

Banyak kasus sastrawan itu dinominasikan berkali- kali untuk nobel sastra.

Robert Frost, penyair terkenal dan berpengaruh itu, bahkan sudah dinominasikan Nobel sastra hingga 31 kali. Ini nominasi paling banyak dalam sejarah. Namun tetap saja Frost tak pernah mendapatkan Nobel Sastra.

BacaJuga :

OPINI: Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

Pilkada Tak Langsung: Ketika Elite Partai Ingin Kembali Jadi Bos

William Buttler Yeats dinominasikan nobel sastra tujuh kali (1902, 1914, 1915, 1918, 1921, 1922, 1923). Ia mendapatkan nobel sastra pada pencalonannya yang ketujuh (1)

Karena itu pula, saya pribadi menyambut gembira ketika panitia nobel Swedia mengundang komunitas puisi esai untuk ikut mencalonkan pemenang Nobel Sastra dari Indonesia di tahun 2021.

Ketika para penyair komunitas puisi esai bertemu dari Aceh hingga Sulawesi Utara di awal tahun 2022, semua mereka bersama melihat surat fisik undangan dari panitia nobel Swedia itu.

Ketika saya yang dicalonkan oleh komunitas puisi esai untuk nobel sastra itu, saya menyambutnya dengan lebih gembira lagi.

Itu bukan karena saya yakin akan menang, tapi ini cara mendinamisasi sastra Indonesia ke tingkat internasional.

Bahkan saya pun tak keberatan dinominasikan berkali- kali hingga 31 kali seperti Robert Frost, namun tak pernah menang sekalipun. Atau dinominasikan 7 kali seperti WB Yeats dan baru menang untuk nominasi yang ketujuh.

Juga dengan gembira mendorong sastrawan Indonesia dan Asia Tenggara lain untuk ditampilkan.

Sekali lagi, nominasi itu disambut gembira karena meyakini ia memberi efek bagi dinamisasi sastra sebuah bangsa.


Media Guardian, di tahun 2010, mengumpulkan para ahli sastra. Mereka berdiskusi siapakah novelis terbesar sepanjang masa?

Siapakah penulis yang tak hanya tinggi pencapaian estetik nya, tapi juga karyanya dibaca sangat luas dan berpengaruh? (2)

Para ahli bersepakat dengan satu nama: Leo Tolstoy (1828-1910).

Pengaruh Tolstoy tak hanya di dunia sastra, terutama genre historical fiction. Gaya hidupnya yang non- kekerasan bahkan mempengaruhi Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan banyak lagi.

Tapi Tolstoy tak pernah menerima hadiah Nobel Sastra. Tolstoy memang pernah dicalonkan di tahun 1902, 1903, 1904, 1905, hingga 1906. Tapi ia diabaikan oleh panitia Nobel Sastra.

Tak ada yang salah di sini. Fakta ini menunjukan satu soal saja: subyektivitas panitia Nobel Sastra dan soal selera sastra.

Yang menang Nobel sastra memang belum tentu yang terbaik, atau yang paling berpengaruh.

Yang menang adalah mereka yang sesuai dengan selera juri panitia Nobel Sastra.

Tapi tetap saja, hadiah Nobel sastra itu penting, dihormati, dan tak perlu digugat pilihannya.

Hadiah Nobel Sastra itu baik untuk mendinamisasi sastra sebuah bangsa, terutama Indonesia dan Asia Tenggara, yang belum pernah memperolehnya.(***)


Minggu 9 Oktober 2022, dikirim oleh: Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Persatuan Penulis Indonesia Satupena Jawa Timur.

Akaha Taufan Aminudin. (Foto: Istimewa)

Sekretariat Satupena Jawa Timur: Jalan Abdul Jalil 2 Sisir Kota Batu Wisata Sastra Budaya.

(Foto: Istimewa)

CATATAN:
1. Robert Frost pernah dicalonkan nobel sastra hingga 31 kali
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Robert_Frost
2. Leo Tolstoy dianggap novelis terbesar sepanjang sejarah, namun tak pernah memperoleh Nobel Sastra.
https://amp.theguardian.com/global/2010/jan/06/leo-tolstoy-greatest-writer

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Akaha Taufan AminudinDenny JASatupenaSatupena Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dialog Interaktif Dorong Sinergi Desa Wisata, Pariwisata Kota Batu Siap Melesat

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Nelayan Lumpur Gresik Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Manyar

Kejari Kota Malang dan Polresta Siap Adaptasi KUHP Baru, Cegah Berkas Kasus Bolak-Balik

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Panen Perdana di Turen, Bupati Malang Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

LP Maarif NU Dukun Satukan Langkah Madrasah Lewat Rakor Akhir Tahun

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Jejak Spiritual Nyai Ageng Pinatih, Rebo Awal Jadi Perekat Warga dan Mahasiswa UNAIR

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

BERITA LAINNYA

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Salurkan 500 Porsi Makanan untuk Lansia dan Ojol di Jakarta

Polres Brebes Luncurkan SPPG Kotabaru, Salurkan 1.692 Porsi MBG untuk Siswa

Presiden Prabowo: Bangsa Tak Merdeka Jika Pangan Masih Impor

Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Tiga Komandan Lanud di Makassar

Bakamla Pulangkan Enam Nelayan WNI yang Terdampar di Perairan Timor Leste

Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Diapresiasi Presiden Prabowo

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Bupati Pasuruan Temui Pedagang Eks Pasar Gondanglegi, Ini Responsnya

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved