email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 26 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

by Javasatu
9 Oktober 2022

Kapan Indonesia dan Asia Tenggara Mendapatkan Nobel Sastra?

Oleh: Denny JA

Tahun ini, 2022, baru saja panitia Nobel memilih sastrawan Perancis, Annie Ernaux mendapatkan Nobel Sastra. Kapankah sastrawan Indonesia, bahkan Asia Tenggara, mendapatkan hadiah Nobel itu?

Sejak hadiah itu pertama kali diberikan di tahun 1901, 121 tahun lalu, tak pernah sekalipun sastrawan Indonesia, dan Asia Tenggara menerimanya.

Terlepas dari aneka kontroversi, hadiah Nobel Sastra tetap penting untuk mendinamisasi dunia sastra sebuah bangsa.

Mimpi agar ada warga negara Indonesia, atau Asia Tenggara suatu saat memperolehnya, itu mimpi yang sehat, untuk mutu sastra.

Banyak kasus sastrawan itu dinominasikan berkali- kali untuk nobel sastra.

Robert Frost, penyair terkenal dan berpengaruh itu, bahkan sudah dinominasikan Nobel sastra hingga 31 kali. Ini nominasi paling banyak dalam sejarah. Namun tetap saja Frost tak pernah mendapatkan Nobel Sastra.

William Buttler Yeats dinominasikan nobel sastra tujuh kali (1902, 1914, 1915, 1918, 1921, 1922, 1923). Ia mendapatkan nobel sastra pada pencalonannya yang ketujuh (1)

Karena itu pula, saya pribadi menyambut gembira ketika panitia nobel Swedia mengundang komunitas puisi esai untuk ikut mencalonkan pemenang Nobel Sastra dari Indonesia di tahun 2021.

Ketika para penyair komunitas puisi esai bertemu dari Aceh hingga Sulawesi Utara di awal tahun 2022, semua mereka bersama melihat surat fisik undangan dari panitia nobel Swedia itu.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Ketika saya yang dicalonkan oleh komunitas puisi esai untuk nobel sastra itu, saya menyambutnya dengan lebih gembira lagi.

Itu bukan karena saya yakin akan menang, tapi ini cara mendinamisasi sastra Indonesia ke tingkat internasional.

Bahkan saya pun tak keberatan dinominasikan berkali- kali hingga 31 kali seperti Robert Frost, namun tak pernah menang sekalipun. Atau dinominasikan 7 kali seperti WB Yeats dan baru menang untuk nominasi yang ketujuh.

Juga dengan gembira mendorong sastrawan Indonesia dan Asia Tenggara lain untuk ditampilkan.

Sekali lagi, nominasi itu disambut gembira karena meyakini ia memberi efek bagi dinamisasi sastra sebuah bangsa.


Media Guardian, di tahun 2010, mengumpulkan para ahli sastra. Mereka berdiskusi siapakah novelis terbesar sepanjang masa?

Siapakah penulis yang tak hanya tinggi pencapaian estetik nya, tapi juga karyanya dibaca sangat luas dan berpengaruh? (2)

Para ahli bersepakat dengan satu nama: Leo Tolstoy (1828-1910).

Pengaruh Tolstoy tak hanya di dunia sastra, terutama genre historical fiction. Gaya hidupnya yang non- kekerasan bahkan mempengaruhi Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan banyak lagi.

Tapi Tolstoy tak pernah menerima hadiah Nobel Sastra. Tolstoy memang pernah dicalonkan di tahun 1902, 1903, 1904, 1905, hingga 1906. Tapi ia diabaikan oleh panitia Nobel Sastra.

Tak ada yang salah di sini. Fakta ini menunjukan satu soal saja: subyektivitas panitia Nobel Sastra dan soal selera sastra.

Yang menang Nobel sastra memang belum tentu yang terbaik, atau yang paling berpengaruh.

Yang menang adalah mereka yang sesuai dengan selera juri panitia Nobel Sastra.

Tapi tetap saja, hadiah Nobel sastra itu penting, dihormati, dan tak perlu digugat pilihannya.

Hadiah Nobel Sastra itu baik untuk mendinamisasi sastra sebuah bangsa, terutama Indonesia dan Asia Tenggara, yang belum pernah memperolehnya.(***)


Minggu 9 Oktober 2022, dikirim oleh: Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Persatuan Penulis Indonesia Satupena Jawa Timur.

Akaha Taufan Aminudin. (Foto: Istimewa)

Sekretariat Satupena Jawa Timur: Jalan Abdul Jalil 2 Sisir Kota Batu Wisata Sastra Budaya.

(Foto: Istimewa)

CATATAN:
1. Robert Frost pernah dicalonkan nobel sastra hingga 31 kali
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Robert_Frost
2. Leo Tolstoy dianggap novelis terbesar sepanjang sejarah, namun tak pernah memperoleh Nobel Sastra.
https://amp.theguardian.com/global/2010/jan/06/leo-tolstoy-greatest-writer

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Akaha Taufan AminudinDenny JASatupenaSatupena Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER HARI INI

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dinilai Bisa Jadi Pemersatu PBNU

Artmeru Gallery Buka Pameran Perdana di Kota Malang, Tampilkan 22 Perupa Nasional

BERITA LAINNYA

Wabup Alif Sebut Masa Depan Gresik Ditentukan Desa

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Ribuan Warga

Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja, Siap Hadapi Ancaman Modern

Gresik Kejar Target Sanitasi Aman, Sekda Dorong Percepatan Akses Air Bersih

Pulang Mondok, Santri Ponpes Sakur Ujungpangkah Dibekali Bibit Puyuh dan Ikan Nila

Kapolres Gresik Ganjar Tim Pengungkap BBM Ilegal dan Narkoba

Anggaran Dinkes Kabupaten Malang Rp475 Miliar Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Mediasi Gugatan Rumah Bocor di PN Malang Gagal, Tergugat Hanya Tawarkan Rp2 Juta

Industri Gresik Utara Melaju, SDM Lokal Siap?

Santunan Anak Yatim di Ngantang, Mahasiswa KKN Al-Qolam Perkuat Kepedulian Sosial Warga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Dosen UIZ Gresik Jadi Pembicara Internasional di Kampus Turki

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved