email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Pengaruh Pengawasan Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan APBD di Banyuwangi

by Redaksi Javasatu
28 Oktober 2025
Dewi Ayu Lestari. (Foto: Dok. Pribadi)

OPINI

Pengaruh Pengawasan Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan APBD di Banyuwangi

Oleh: Dewi Ayu Lestari – Mahasiswa FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara transparan, efisien, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam konteks ini, pengawasan internal memegang peran strategis. Ia bukan sekadar alat untuk mendeteksi kesalahan atau kecurangan, tetapi juga menjadi sistem pengendalian yang memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan APBD berjalan efektif dan efisien demi kepentingan publik.

Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah yang progresif dalam inovasi pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat sistem pengawasan internal agar pengelolaan APBD berjalan akuntabel dan transparan.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan seperti lemahnya koordinasi antar perangkat daerah, keterbatasan sumber daya manusia di bidang audit internal, hingga potensi penyimpangan anggaran di level pelaksana program. Karena itu, penting untuk menelaah sejauh mana pengawasan internal berpengaruh terhadap tingkat akuntabilitas pengelolaan APBD di Banyuwangi.

Secara konseptual, pengawasan internal adalah proses yang dilakukan oleh pimpinan dan aparat pengawasan di lingkungan instansi pemerintah untuk memastikan efektivitas, efisiensi, keandalan laporan keuangan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Di tingkat pemerintah daerah, fungsi ini dijalankan oleh Inspektorat Daerah sebagai lembaga yang memiliki mandat untuk menilai dan mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Gambar Bagan: Mekanisme Pengawasan Internal dalam Pengelolaan APBD. (Sumber gambar: Dewi Ayu Lestari)

Dalam konteks pengelolaan APBD, pengawasan internal memastikan setiap kegiatan yang dibiayai dana publik sesuai dengan rencana dan aturan. Proses ini mencakup tahapan perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.

Dengan sistem pengawasan yang kuat, potensi penyimpangan seperti mark up, penyalahgunaan dana, maupun keterlambatan laporan dapat diminimalisir.

Efektivitas pengawasan internal di Banyuwangi dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, antara lain:

  • Kualitas sumber daya manusia auditor,
  • Independensi lembaga pengawas,
  • Sistem informasi keuangan yang terintegrasi, dan
  • Komitmen kepala daerah terhadap prinsip akuntabilitas.

Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Dalam Negeri, Banyuwangi secara konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi bukti adanya peningkatan kualitas pengawasan internal dan penerapan prinsip akuntabilitas yang kuat.

Meski demikian, beberapa kendala masih muncul, seperti pemahaman yang belum merata tentang pengendalian internal di tiap SKPD serta keterlambatan penyusunan laporan keuangan. Karena itu, peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan dan sertifikasi auditor internal menjadi hal yang mendesak.

Efektivitas pengawasan internal juga berkaitan erat dengan transparansi publik. Banyuwangi telah menerapkan sistem digitalisasi anggaran melalui Banyuwangi Smart Governance dan E-Budgeting, yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi penggunaan APBD secara daring (real-time). Langkah ini memperkuat partisipasi publik dalam menjaga transparansi keuangan daerah.

Gambar Grafik: Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan APBD Banyuwangi. (Sumber gambar: Dewi Ayu Lestari)

Menariknya, hasil evaluasi Kementerian PAN-RB menunjukkan peningkatan skor akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dari tahun ke tahun. Pada 2019, skor akuntabilitas berada di angka 72 (kategori B) dan meningkat menjadi 90 (kategori A) pada 2023. Peningkatan ini menandakan sistem pengawasan internal yang semakin efektif dalam mendukung transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran publik.

Secara empiris, hubungan antara pengawasan internal dan akuntabilitas bersifat positif dan signifikan, semakin baik pengawasan internal, semakin tinggi tingkat akuntabilitas pengelolaan APBD. Pengawasan internal menjadi mekanisme kontrol yang mencegah penyimpangan, memberi rekomendasi perbaikan, dan memastikan prinsip value for money dalam pengelolaan keuangan daerah.

Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi:

  • Peningkatan kapasitas auditor daerah,
  • Penegakan sanksi bagi pelanggaran administrasi keuangan,
  • Penguatan kerja sama antara Inspektorat Daerah, BPK, dan Ombudsman, serta
  • Pembentukan budaya integritas di seluruh level birokrasi.

Pengawasan internal memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan akuntabilitas pengelolaan APBD di Kabupaten Banyuwangi. Melalui peran aktif Inspektorat Daerah dalam melakukan audit dan evaluasi, disertai dukungan teknologi digital dan partisipasi publik, pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan lebih transparan, efisien, dan bebas dari penyimpangan.

Keberhasilan Banyuwangi dalam memperoleh opini WTP dan peningkatan skor akuntabilitas membuktikan bahwa pengawasan internal yang kuat mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan memperkuat sistem ini secara berkelanjutan, Banyuwangi berpotensi menjadi contoh nasional dalam mewujudkan akuntabilitas publik dan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)

*Artikel ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Pemkot Malang Dinilai Tak Bisa Tunjukkan Alas Hak Supit Urang-Pandanwangi

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

Bupati Gresik Ajak Perempuan Tentukan Arah Pembangunan di Musrenbang 2026

Gresik Jadi Tuan Rumah Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

Siswa MI Al-Karimi Gresik Tasmi’ Juz 1 dan 2 Sekali Majelis

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

Musrenbang, Wabup Gresik Tegaskan Sinkronisasi Usulan Desa

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

BERITA LAINNYA

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d