Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Menanti International Celaket Cross Cultural Festival di Tahun 2024

Javasatu by Javasatu
12 Juli 2024
0

JAVASATU.COM-MALANG- Jumat (12/7/2024), ditepian Kali Brantas, tepatnya di Kampung Celaket, Kota Malang senja datang diiringi gerimis dan semilir angin.

Pertunjukan tari di ICCCF. (Foto: Dok/Istimewa)

Dua perempuan paruh baya berjalan seakan berjingkat di atas jembatan gantung, penghubung antara Kelurahan Oro-oro Dowo dengan Samaan.

Sambil menutupi kepalanya dengan satu tangan dari terpaan air hujan, sementara satu tangan lainnya menjinjing peralatan mandi, ditingkah separuh tubuh bagian atasnya dibalut handuk warna biru.

Dan senja pun berlalu, berganti malam menjabat langit, diterangi pendar lampu yang menyembul dari celah dinding rumah warga ditepian Kali Brantas.

Rencananya, dari sumber sebesar paha orang dewasa dibawah jembatan gantung itu, yang tak pernah kering sepanjang hari dan sepanjang tahun, pagelaran International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF) akan dimulai.

Adalah Dwi Cahyono, Sejarawan sekaligus Ahli Arkeologi dari Universitas Negeri Malang (UM), yang akan memandegani pengawal pagelaran ICCCF dengan ‘slametan’ sungai bertajuk “Nadi Tira Pradesan,” pada Oktober 2024 mendatang.

Mas Dwi, begitu pria sedikit ringkih tapi lincah ini biasa dipanggil, menjelaskan kenapa ICCCF kali ini dimulai dengan slametan dari tepian Sungai Brantas.

Dari Sejarahnya, sungai Brantas merupakan muara atau nadi dari sumber-sumber yang muncul dari tujuh gunung.

Di hulunya, Brantas merupakan pertemuan antara sumber yang berasal dari gunung Arjuna dan Welirang.

“Makin kebawah, beberapa gunung turut serta menyumbang alirannya seperti gunung Kawi dan seterusnya,” terang Dwi.

Keesokan harinya, pagelaran ICCCF akan dilanjutkan dengan kirab yang akan diikuti oleh 450 mahasiswa asing dari 20 negara yang saat ini tengah menimba ilmu di Universitas Brawijaya (UB).

Tak Cuma mahasiswa, warga kampung Celaket dari dua kelurahan yakni Samaan dan Rampal Celaket, juga akan tumpah di jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya depan Sekolah Katolik Cor Jessu, tempat dimana kirab akan diberangkatkan.

Menurut Gagah Soeryo Pamoekti, ketua Komunitas Seniman Kampung Celaket, seusai kirab, malam harinya akan diisi oleh pagelaran tari dengan mengusung tema ‘Grebeg Nuswantoro’.

Tari ini, imbuh Gagah, merupakan tari kolaborasi atau penggalan-penggalan tarian dari seluruh nusantara yang akan diperankan oleh 100 seniman Kota Malang.

Pagelaran malam itu, akan dipungkasi oleh penampilan dari maestro tari dunia Didik Nini Totok, yang akan berkolaborasi dengan Miciko, penari asal negeri Sakura Jepang, yang tampil secara daring.

Sekedar informasi, ICCCF tahun 2024 ini akan digelar pada awal Oktober mendatang dan akan dipandegani secara keroyokan oleh Komunitas Seniman Kampung Celaket, MDGs UB, Ahli Sejarah dari UM dan Prof. Dr. Wahyudi Winarjo Ahli Sisologi Politik dari UMM.

Gol dari ICCCF kedepan, tak Cuma sekedar menampilkan seni pertunjukan, tapi akan lebih menyasar pada revitalisasi Kampung Celaket secara menyeluruh.

“Ya penataan kampungnya, akan di seperti apakan, peningkatan ekonominya, budayanya, sehingga nantinya Kampung Celaket dapat dijadikan model pembangunan yang bersinergi dengan dunia luar dan berkelanjutan. Sehingga Celaket benar-benar menjadi kampung ‘Undagi’ atau pencipta, atau bahasa kerennya kampung kreatif,” kata Dr. Muzakki, Direktur SDGs UB memungkasi wawancara dengan awak media. (*)

Tags: batik tulis celaketICCCFKelurahan Rampal Celaket
Previous Post

Google Cloud Indonesia Luncurkan AI untuk Pelayanan Publik Pemkot Batu

Next Post

Wabup Gresik Sambut Kedatangan Jemaah Haji KBIHU MWCNU Bungah

Related Posts

Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
Event

Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026

20 Oktober 2026
Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi
Kota Malang

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

27 April 2026
Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda
Kota Malang

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

27 April 2026
Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Kota Malang

Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Perumda Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran
Berita

Nyepi 1948 di Malang, Anak Pasraman Ambil Peran

26 April 2026
MCC Disebut Bukan Beban APBD, Praktisi: Investasi Ekosistem Kreatif Kota Malang 
Berita

MCC Disebut Bukan Beban APBD, Praktisi: Investasi Ekosistem Kreatif Kota Malang 

26 April 2026
Next Post
Wabup Gresik Sambut Kedatangan Jemaah Haji KBIHU MWCNU Bungah

Wabup Gresik Sambut Kedatangan Jemaah Haji KBIHU MWCNU Bungah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Retreat Kepala Sekolah Kota Malang Dibatalkan, Program Kompetensi Tetap Jalan
  • Pemkab Gresik Perketat Pengawasan LPG 3 Kg, HET Pangkalan Rp18 Ribu
  • Bakorwil Malang Raih Terbaik Lomba Kebersihan Masjid dan Toilet Jatim
  • Pemkab Malang Tunggu Aturan Gaji ASN via Kopdes dan PPPK dari APBN
  • HUT ke-67 Pemuda Pancasila di Kota Sukabumi Jadi Semangat Pengabdian
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com