Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Puluhan Burung di Lokasi Wisata Paciran Lamongan Hilang Dicuri, Ternyata Ini Pelakunya

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
25 Juni 2022

JAVASATU.COM-LAMONGAN- Berawal dari berkurangnya burung di salah satu lokasi wisata di Lamongan, polisi akhirnya mengamankan 3 orang tersangka pelaku pencurian. Ironisnya, ketiga orang ini adalah karyawan tempat wisata tersebut.

Tiga pelaku pencurian burung diamankan polisi Lamongan. (Foto: Humas Polres Lamongan)

Informasi hilangnya puluhan ekor burung di salah satu lokasi wisata yang ada di Kecamatan Paciran ini bermula dari laporan supervisor animal departement ke operasional manager yang berlanjut ke laporan kepolisian.

Diketahui, pada 1 Mei, operasional manager wisata mendapatkan laporan dari supervisor animal departement jika di lokasi wisata mereka telah kehilangan burung jenis Sun Conure.

“Ketika itu, dilaporkan jika di kandang burung sun conure telah kehilangan burung berjenis sun conure,” kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro kepada Media Center Paku Alam, Sabtu (25/6/2022).

ADVERTISEMENT

Anton mengatakan, supervisor animal departement menjelaskan jika populasi burung sun conure terus berkurang dari semula sebanyak 88 ekor.

Kemudian, Anton menerangkan, pada 12 Februari, saat kapten dan keeper kandang mengecek ke dalam kandang diketahui populasi burung sun conure berkurang menjadi 46 ekor dari yang awalnya 88 ekor. Pada pengecekan 3 April, jumlah burung sun conure juga kembali berkurang tinggal hanya 36 ekor.

“Kemudian pada 1 Mei, burung yang awalnya berjumlah 36 ekor berkurang lagi jumlahnya menjadi tinggal 23 ekor. Jadi total burung yang hilang sejak Agustus 2021 sampai saat ini berjumlah 65 ekor,” ujarnya.

Selain puluhan burung koleksi yang hilang, terang Anton, supervisor animal departement juga sempat mendapatkan informasi dari kapten dan keeper kandang jika beberapa bulan yang lalu kunci kandang sempat berpindah dari tempat persembunyiannya.

Disebutkan pula, lanjut Anton, gembok kandang mengalami kerusakan dan rantai pengait pintu kandang juga mengalami putus seperti bekas gergajian.

“Akibat kejadian ini, tempat wisata mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 130 juta,” tambah Anton.

Karena kejadian kehilangan burung ini telah berlangsung sejak Agustus 2021, jelas Anton, pengelola kemudian melanjutkan laporan kehilangan puluhan ekor burung jenis sun conure ini ke kepolisian Lamongan. Berbekal laporan ini, polisi kemudian bergegas melakukan penyelidikan.

“Penyidik dan penyidik pembantu melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendatangi lokasi kejadian,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, tandas Anton, polisi akhirnya diketahui kalau pelaku mengarah ke EK (50) warga Dusun Penanjan, Desa/Kecamatan Paciran yang adalah koordinator sekuriti di lokasi wisata tersebut.

Saat pemeriksaan, EK mengaku jika ada keterlibatan orang lain dalam menjalankan aksinya, yaitu EPL (30) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran yang adalah petugas security dan MS (29) warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran yang juga adalah petugas keeper lokasi wisata itu.

“Berawal dari pengakuan EK yang berkembang ke EPL dan MS dan selanjutnya pelaku diamankan di Polsek Paciran untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Selain mengamankan ketiga pelaku ini, tandas Anton, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku.

Barang bukti yang diamankan polisi diantaranya kunci beserta gembok kandang, rantai untuk pengait pintu kandang, burung sun conure yang buntung kakinya, gelang burung sun conure dan HP milik pelaku.

Kepada para pelaku, polisi akan menjerat mereka dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke (1), (3),(4) dan ke (5) KUHPidana.

“Kami masih melakukan pemeriksaan keterangan dan melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus ini,” pungkas Anton. (Sir/Saf)

Tags: PencurianPencurian BurungPolres Lamongan
Previous Post

Mahasiswa Psikologi UTM Mengadakan Sosialisasi Mental Health di SMPN 02 Grabagan Tuban

Next Post

Bimtek di Kota Batu, Bupati Gresik Dorong Desa Optimalkan SDGs

Related Posts

Polres Gresik Tangkap 11 Tersangka Curanmor, 4 Motor Dikembalikan ke Korban
Kriminal

Polres Gresik Tangkap 11 Tersangka Curanmor, 4 Motor Dikembalikan ke Korban

30 Oktober 2026
Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap 273 Kasus
Kriminal

Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap 273 Kasus

26 Oktober 2026
Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dalam 12 Jam
Kriminal

Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dalam 12 Jam

24 Oktober 2026
Pembobolan Ruko di Pakisaji, Burung Kicau dan 43 Karung Beras Raib
Kriminal

Pembobolan Ruko di Pakisaji, Burung Kicau dan 43 Karung Beras Raib

23 Oktober 2026
Dua Terduga Pencurian Laptop SDN Mangliawan Malang Masih di Bawah Umur
Kriminal

Dua Terduga Pencurian Laptop SDN Mangliawan Malang Masih di Bawah Umur

20 Oktober 2026
Residivis Curanmor di Dukun Gresik Ditangkap Warga, Polisi Buru Rekannya
Kriminal

Residivis Curanmor di Dukun Gresik Ditangkap Warga, Polisi Buru Rekannya

12 Oktober 2026
Next Post
Bimtek di Kota Batu, Bupati Gresik Dorong Desa Optimalkan SDGs

Bimtek di Kota Batu, Bupati Gresik Dorong Desa Optimalkan SDGs

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com