JAVASATU.COM- Sebanyak 72 anggota Pramuka dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak mengikuti Seleksi Pramuka Garuda Tahap 2 yang digelar di SMPN 2 Bululawang, Senin (18/5/2026). Seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menentukan peserta terbaik yang akan melaju ke tingkat cabang.

Kegiatan digelar Kwartir Ranting Bululawang setelah para peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) di tingkat gugus depan masing-masing.
“Menjadi seorang Pramuka Garuda adalah tanggung jawab besar karena harus mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” kata Ketua Kwartir Ranting Pramuka Bululawang, Tati Rumhayati, Senin (18/5/2026) kemarin.
Menurut Tati Rumhayati, seleksi tingkat ranting menjadi gerbang penting sebelum peserta melangkah ke Tahap 3 di tingkat Kwartir Cabang. Hanya peserta dengan kemampuan dan konsistensi terbaik yang akan dikirim mewakili Bululawang ke tingkat berikutnya.
“Hanya mereka yang mampu menunjukkan kecakapan terbaik yang bisa melanjutkan ke tingkat cabang,” ujarnya.
Selama proses seleksi, peserta menjalani berbagai tahapan ujian mulai dari tes keterampilan lapangan, ketangkasan, hingga kemampuan berbasis teknologi informasi melalui uji komputer.
Selain kemampuan teknis kepramukaan, peserta juga diuji kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dan memecahkan masalah di lapangan.
Suasana seleksi berlangsung penuh semangat dengan dukungan para wali murid yang setia mendampingi peserta sejak pagi. Antusiasme orang tua terlihat terutama dari peserta golongan Siaga yang menunggu di sekitar lokasi kegiatan.

Panitia menyebut seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar dan transparan berkat sinergi antara peserta, tim penguji, serta dukungan dari wali murid.
Kwartir Ranting Bululawang berharap seleksi ini dapat melahirkan calon Pramuka Garuda yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi teladan bagi generasi muda.
“Harapannya, peserta yang lolos nantinya dapat dilantik menjadi Pramuka Garuda yang berjiwa Pancasila dan membawa nama baik Bululawang,” tutur Tati Rumhayati. (nuh)