JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan home visit atau kunjungan ke rumah calon penerima Beasiswa Berdaya sebagai bagian dari proses verifikasi agar bantuan pendidikan yang digagas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, benar-benar diterima warga yang berhak.

Program beasiswa yang didukung alokasi anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun itu menjadi salah satu upaya Pemkab Kediri memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Verifikasi lapangan mulai dilakukan sejak 29 Juni 2026 untuk memastikan kondisi ekonomi dan data calon penerima sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kita tidak menginginkan bantuan beasiswa ini tidak tepat sasaran, sehingga mereka yang lebih berhak justru kehilangan kesempatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, Rabu (8/7/2026).
Muhsin menjelaskan, proses verifikasi saat ini difokuskan pada Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa. Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi ekonomi keluarga, prestasi akademik, serta kondisi calon penerima.
Tingginya minat masyarakat membuat jumlah pendaftar jauh melampaui kuota yang tersedia. Pada tahap pertama, kuota penerima hanya 580 mahasiswa, sementara jumlah pemohon mencapai 1.246 orang.
“Verifikasi ini bukan untuk mempersulit, tetapi menjadi penentu agar manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan mereka yang kesulitan biaya pendidikan,” ujar Muhsin.
Dari hasil verifikasi yang telah berjalan, sebanyak 780 pendaftar dinyatakan tidak lolos, sedangkan 245 pendaftar telah selesai diverifikasi. Proses verifikasi tahap pertama dijadwalkan berlangsung hingga 18 Juli 2026, sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Menurut Muhsin, proses seleksi dilakukan secara ketat karena Pemkab Kediri ingin memastikan bantuan pendidikan benar-benar menyasar mahasiswa yang membutuhkan, bukan hanya berdasarkan dokumen administrasi.
“Verifikasi ini menjadi penentu. Kita berharap betul manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan bagi mereka yang kesulitan biaya pendidikan,” katanya.
Muhsin menambahkan, Bupati Kediri Mas Dhito berkomitmen memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak di Kabupaten Kediri untuk menempuh pendidikan tinggi. Melalui Program Beasiswa Berdaya, pemerintah daerah berharap keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi dalam meraih cita-cita.
“Mas Dhito selalu menekankan anak-anak di Kabupaten Kediri memiliki kesamaan hak untuk bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Program Beasiswa Berdaya diharapkan menjadi jembatan bagi mereka yang berprestasi untuk tetap bisa sekolah dan meraih mimpi,” pungkas Muhsin. (kur/arf)