JAVASATU.COM- Halalbihalal Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik menjadi momentum mendorong guru TPA/TPQ untuk tertib pendataan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini digelar di Aula KH Hasyim Asy’ari TPQ Mishbahul Islam, Desa Padeg, Cerme, Minggu (26/4/2026), dan diikuti sekitar 270 peserta.

Acara ini dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, pengurus DPAC FKPQ Cerme, serta kepala dan ustaz-ustazah TPA/TPQ se-Kecamatan Cerme. Fokus utama kegiatan adalah penguatan tata kelola lembaga melalui pendataan yang akurat dan berkelanjutan.
Ketua DPAC FKPQ Kecamatan Cerme, Ustaz Harianto M.Pd, menekankan bahwa tertib administrasi dan pendataan menjadi kunci kemajuan lembaga TPQ, termasuk dalam menunjang kesejahteraan guru.
“Kami berharap lembaga terus meng-update data, baik dari Dinas Pendidikan maupun Kemenag. Dengan data yang kuat, kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran bisa berjalan beriringan,” ujarnya.
Harianto menyebut, halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an.
“Guru TPA/TPQ di Kecamatan Cerme diharapkan semakin tertib administrasi, adaptif terhadap sistem pendataan, serta mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Gresik, H. Wayan Kurniawan, menegaskan peran penting guru TPQ dalam membentuk karakter generasi bangsa. Ia mengingatkan agar para guru tetap menjaga semangat dan keikhlasan dalam mengajar.
“Semangat mendidik harus terus menyala. Apa yang ditanam hari ini mungkin belum terlihat, tetapi saat mereka berhasil, di situlah ada bagian dari jerih payah kita,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan data Kemenag seperti EMIS, SIKAP, dan SIMBA sebagai syarat pengakuan resmi lembaga sekaligus dasar perumusan kebijakan pendidikan keagamaan.
“Kelengkapan data menjadi kunci agar lembaga tetap diakui secara resmi dan mendapatkan dukungan program,” tambahnya.
Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dhedhy Purwoko, menegaskan bahwa pihaknya menggunakan aplikasi PD SERU sebagai dasar pendataan lembaga sekaligus acuan penyaluran bantuan pemerintah. Ia berharap seluruh lembaga dapat disiplin mengikuti jadwal yang telah ditetapkan agar tidak terjadi keterlambatan dalam proses penarikan data.
“Kami dari Dinas Pendidikan menggunakan aplikasi PD SERU sebagai dasar pendataan lembaga dan penyaluran bantuan. Kami harap semua lembaga disiplin terhadap jadwal agar tidak terjadi keterlambatan data,” kata Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dhedhy Purwoko.
Kepala KUA Kecamatan Cerme, H. Muthohari Lutfi, mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu mempererat sinergi antar lembaga pendidikan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. DPAC FKPQ Cerme terus mendampingi lembaga untuk mengembangkan keunggulan masing-masing,” tegasnya.

Ketua YPI Mishbahul Islam, M. Fais Al Qorni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya sebagai tuan rumah kegiatan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong kemajuan bagi masing-masing lembaga yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kemajuan lembaga kita masing-masing,” ujar Ketua YPI Mishbahul Islam, M. Fais Al Qorni.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis penguatan data oleh Rendra Surya Setyoardi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik serta Ismail dari Kemenag Gresik. Materi difokuskan pada sinkronisasi data sebagai dasar peningkatan layanan pendidikan.
“Forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan profesionalitas guru TPQ,” ujarnya. (bas/arf)