JAVASATU.COM-MALANG- Puluhan penyandang tunanetra di Kota Malang, Jawa Timur, dengan penuh semangat mengikuti lomba tadarus Al-Qur’an Braille yang digelar di Masjid An-Nur, Kompleks Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an Braille sekaligus memperkuat pemahaman terhadap isi kitab suci.

Setiap sore usai salat Ashar selama bulan Ramadan, peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur berbondong-bondong menuju Masjid An-Nur untuk mengikuti tadarus.
Selain sebagai ajang ibadah, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk perlombaan guna memantik semangat kompetitif para peserta dalam membaca dan menghafal ayat suci.
Takmir Masjid An-Nur, Muhammad Chafied, mengungkapkan bahwa membaca Al-Qur’an Braille memiliki tantangan tersendiri bagi penyandang tunanetra.
“Butuh waktu setidaknya satu tahun untuk bisa lancar dan fasih membaca Al-Qur’an Braille. Perbedaan dalam penulisan, tajwid, dan tanda baca menjadi tantangan utama dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Sementara itu, Devi Vina Arianti, peserta asal Nganjuk, menuturkan bahwa lomba ini memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dan peserta lainnya.
“Kami tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memperdalam hafalan dan pemahaman terhadap isi Al-Qur’an,” katanya.
Lomba tadarus ini mencakup kategori tartil sensorik Al-Qur’an dan sitir hadis. Peserta dinilai berdasarkan kefasihan, tajwid, dan hafalan mereka. Para pemenang akan mendapatkan hadiah menarik yang dapat menjadi bekal berharga saat kembali ke daerah asal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak penyandang tunanetra yang termotivasi untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama, khususnya dalam membaca Al-Qur’an Braille dengan baik dan benar. (Dop/Arf)