email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Asih Mring Sesami Tur Religi Jilid 4

by Bakier Soekarno
27 November 2020
ADVERTISEMENT

Javasatu,Blitar- Kali ini Asih Mring Sesami melanjutkan perjalanan Jilid 4 dengan rute tujuan di dua tempat bernilai sejarah dan spiritual, yakni Kediri dan Blitar. Dalam waktu sehari, mereka akan menuju Gunung Kelud dan juga Candi Penataran.

Perjalanan diawali dengan berdoa di makam Eyang Wali Handoko Kusumo (Alm) di Babadan, Kecamatan Kesamben, Blitar pada pukul 08.00.

Setelah memanjatkan doa, perjalanan dilanjutkan menuju Gunung Kelud sekitar pukul 10.30.

Walaupun saat ini Gunung Kelud masih belum dibuka untuk umum, namun untuk keperluan tertentu Asih Mring Sesami diizinkan untuk masuk menuju beberapa spot sejarah yang ada di dalamnya.

Sedikit mengulas tentang nilai sejarah yang ada di Gunung Kelud. Gunung ini memiliki sejarah tentang tempat bertapanya orang sakti pada masa kerajaan Kediri. Ia bernams Tunggul Wulung atau Den Bagus Kliwon yang juga diyakini merupakan penjaga kawah Gunung Kelud.

Tidak hanya itu, Gunung Kelud juga memiliki legenda tentang penghianatan Dewi Kilisuci terhadap 2 raja sakti yg berkepala kerbau yaitu Mahesa Suro dan Lembu Suro.

“Gunung Kelud sampai sekarang juga masih mengadakan kegiatan spiritual atau larungan setiap bulan Suro,” ujar Pak Dul, penjaga wisata Gunung Kelud.

BacaJuga :

Razia Miras di Manyar Gresik, Polisi Sita Puluhan Botol, Amankan Satu Wanita

300 Anak Yatim di Gresik Belanja Baju Lebaran Bareng Bupati dan BAZNAS

Tanjakan Gravitasi

Ada hal menarik yang ada di kawasan wisata Gunung Tanjakan gravitasi salah satu menjadi destinasi yg sangat unik di Gunung Kelud, karena di tanjakan ini kendaraan bisa jalan atau bergerak sendiri tanpa menyalakan mesin .

“Keindahan gunung kelud juga masih sangat terjaga, pengunjung di himbau agar selalu menjaga kebersihan dan kesopan ketika di gunung kelud,” pesan pak Dul.

Menuju Candi Penataran

Sekitar pukul 12.30, Asih Mring Sesami melanjutkan perjalanan menuju daerah Nglegok, Blitar menuju Candi Penataran.
Candi yang juga memiliki nama lain Candi Palah ini bercorak Hindu Siwa. Berdiri pada tahun 1200 M oleh Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri.

Di dalam kompleks candi ini terdapat sendang atau mata air yang konon tidak pernah kering atau surut meski sudah ada ribuan tahun, mata air ini digunakan sebagai upacara pensucian dewa gunung.

“Seperti sama halnya dengan tempat sakral lainya, kita semua agar tetap menjaga kelestarian dan kebersihan,” ujar Jainuri, penjaga candi.

Foto: Bakier/Javasatu.com

1 of 15
- +

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Semoga dengan tour ini kita semua bisa melestarikan dan menjaga peninggalan budaya nenek moyang agar tidak hilang di masa mendatang. (Bak/Krs)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: CandiCandi Penataranpadepokan Asih mring sesami

BERITA TERBARU

MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Serukan PBB dan OKI Hentikan Eskalasi

Razia Miras di Manyar Gresik, Polisi Sita Puluhan Botol, Amankan Satu Wanita

300 Anak Yatim di Gresik Belanja Baju Lebaran Bareng Bupati dan BAZNAS

Korban Membaik, Situasi Panceng Kondusif Usai Penusukan

Alumni MTs Ihyaul Ulum Gresik Bagi Takjil Gratis dan Santuni Anak Yatim

Olahraga dan Budaya Bersatu, INTIM DAMAI Gaungkan Cinta Tanah Air di Malang

Nurul Hayat Gresik Berbagi untuk Tukang Becak di Ramadan

Kapolres Gresik Mediasi Warga Campurejo-Banyutengah, Sepakat Damai

GAMA FA Malang Juara Turnamen Ramadan MCFA 2026 U-12

Curi Scoopy di Kos Karangploso, Pelaku Tertangkap Saat Transaksi COD

Prev Next

POPULER HARI INI

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

GAMA FA Malang Juara Turnamen Ramadan MCFA 2026 U-12

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Olahraga dan Budaya Bersatu, INTIM DAMAI Gaungkan Cinta Tanah Air di Malang

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

BERITA LAINNYA

MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Serukan PBB dan OKI Hentikan Eskalasi

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Chanté Karya Citra Kirana Hadirkan Koleksi Eksklusif di Shopee Big Ramadan Sale

Analis Apresiasi Polri Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi, Selamatkan Generasi Muda Indonesia

Manzone Gandeng Adipati Dolken Luncurkan Koleksi Festive 2026 Sambut Idulfitri

GIBM Tolak Impor 105 Ribu Kendaraan Desa dari India Rp24,6 Triliun

Semen Merah Putih Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Madas Nusantara–LIRA Bentuk Satgas, Siap Pidanakan Penyedia MBG Tak Layak

Kasdim Dampingi Wabup, Stok LPG 3 Kg Blora Aman saat Ramadan

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved