JAVASATU.COM- Sebanyak lima mantan anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam upacara yang digelar di Alun-alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (25/6/2026).

Prosesi ikrar dihadiri Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Jaya, Dandim 1714/Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, Komandan Satgas Yonif 743, Komandan Satgas Yonif 136, Ketua Klasis GIDI Mulia Telius Wonda, para kepala kampung, tokoh adat, serta tokoh agama.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan persuasif, komunikasi sosial, dan pembinaan teritorial yang berkelanjutan oleh aparat keamanan bersama pemerintah daerah,” demikian disampaikan Pusat Penerangan (Puspen) TNI dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (26/6/2026).
Lima mantan anggota OPM yang mengikuti ikrar masing-masing berinisial BT (27), GW (23), BW (25), TK (25), dan YW (22). Seluruhnya merupakan pemuda Suku Dani yang berasal dari Kampung Gumburu, Distrik Mewoluk.
Dalam prosesi tersebut, kelima mantan anggota OPM membacakan ikrar kesetiaan kepada NKRI yang dipandu langsung oleh Bupati Puncak Jaya. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah ikrar, penciuman Bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen kepada NKRI, serta penyerahan baju batik dan Kartu Ikrar NKRI.
Sebagai bagian dari proses reintegrasi, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama TNI dan Polri menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako senilai Rp1 juta, uang pembinaan Rp1 juta per orang, pakaian, serta uang pembinaan kepada tokoh masyarakat yang menjadi saksi dalam kegiatan tersebut.
“Pascaikrar, sinergi lintas sektor akan terus dioptimalkan melalui pemantauan, pendampingan, serta program pemberdayaan ekonomi guna menjamin kesejahteraan dan keamanan mereka dari intimidasi pihak luar,” tulis Puspen TNI.
Menurut Puspen TNI, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun stabilitas keamanan melalui pendekatan persuasif dan pembinaan teritorial.
Pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri juga akan terus melakukan pendampingan agar kelima mantan anggota OPM dapat kembali beradaptasi dan menjalani kehidupan bermasyarakat. (nuh)