email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 21 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: TKD (Transfer ke Daerah) Percepat Pembangunan Daerah dan Indonesia Maju

by Redaksi Javasatu
24 Oktober 2025
ADVERTISEMENT
Ilustrasi. (Sumber: Azira Nur Liana)

OPINI

TKD (Transfer ke Daerah) Percepat Pembangunan Daerah dan Indonesia Maju

Oleh: Azira Nur Liana-Mahasiswi FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Pengeluaran negara merupakan elemen penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berubah, Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan efektivitas alokasi sumber daya agar mampu mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menjadi wujud strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat kemajuan nasional di berbagai sektor. Namun, efektivitas pengeluaran negara masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti keterbatasan sumber daya, ketidaktepatan sasaran belanja, serta kurangnya transparansi dan akuntabilitas.

Pertanyaan penting pun muncul: apakah anggaran yang ada sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan produktivitas ekonomi secara optimal? Dan bagaimana memastikan pengelolaan dana publik benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi rakyat Indonesia?

Sumber: Kementerian Keuangan. (2025). Informasi APBN 2025, hal. 13.

Belanja Negara 2025 dan Fokus Pembangunan

Dalam APBN 2025, belanja negara ditetapkan sebesar Rp3.621,3 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.701,4 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp919,9 triliun. Fokus utama kebijakan tahun ini adalah meningkatkan efisiensi dan kualitas belanja.

Belanja pemerintah pusat diarahkan pada transformasi ekonomi melalui pembangunan infrastruktur fisik dan digital, reformasi subsidi, serta program perlindungan sosial yang lebih adil dan tepat sasaran.

Berdasarkan fungsi, alokasi terbesar diberikan pada:

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

  • Pelayanan umum – Rp850 triliun (31,5%), untuk birokrasi dan layanan publik.
  • Ekonomi – Rp748,1 triliun (27,7%), mendorong infrastruktur, UMKM, pariwisata, dan ekonomi hijau.
  • Pendidikan – Rp285,2 triliun (10,6%), sebagai investasi jangka panjang pada SDM unggul.
  • Perlindungan sosial – Rp273 triliun (10,1%), menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi kesenjangan.
  • Pertahanan dan keamanan – Rp376,4 triliun (13,9%), memperkuat kedaulatan dan stabilitas nasional.
  • Kesehatan – Rp124,5 triliun (4,6%), untuk meningkatkan layanan kesehatan publik.
Sumber: Kementerian Keuangan. (2025). Informasi APBN 2025, hal. 31

TKD dan Penguatan Desentralisasi

Peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) menjadi Rp919,9 triliun menandai komitmen pemerintah memperkuat desentralisasi fiskal. Jumlah ini naik signifikan dibanding tahun 2021 yang sebesar Rp795,5 triliun.

Melalui TKD, pemerintah mendorong efisiensi belanja daerah dan mempercepat pemerataan pembangunan. Dengan memperkuat kapasitas fiskal daerah, kebijakan ini menjamin keadilan sosial dan mempercepat pelayanan publik di seluruh wilayah, yakni tidak hanya di kota besar, tapi juga daerah terpencil.

Desentralisasi fiskal juga membuka peluang bagi daerah untuk berinovasi dalam pembangunan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, semangat “membangun dari pinggiran” bukan hanya slogan, tetapi menjadi praktik nyata.

Transparansi dan Partisipasi Publik

Efektivitas APBN tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi juga oleh tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pengawasan publik dan lembaga terkait menjadi kunci agar setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.

Digitalisasi sistem keuangan negara seperti e-budgeting dan pelaporan daring harus terus diperkuat untuk mempercepat pelaporan, mencegah manipulasi data, dan menekan potensi korupsi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses penganggaran juga perlu ditingkatkan agar kebijakan publik lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.

Sinergi untuk Indonesia Maju

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersinergi dalam mengelola keuangan negara. Profesionalisme aparatur, pelatihan pengelolaan anggaran, serta pemberian insentif berbasis kinerja menjadi langkah penting untuk memperkuat implementasi kebijakan fiskal.

Dengan pengelolaan yang efisien, adil, dan transparan, belanja negara bukan sekadar alat administratif, tetapi motor utama pembangunan nasional. Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, penguatan TKD dapat mempercepat terwujudnya Indonesia Maju yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial. (*)

*Artikel ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Untag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

PDIP Soroti Bank Jatim, Singgung Keadilan CSR Kabupaten Malang

Tes Urine Polres Gresik, Seluruh Pejabat Utama Dinyatakan Negatif Narkoba

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

Muslimat NU Sidayu Bagi 600 Takjil di Ramadan 1447 Hijriah

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

GRIB Jaya Soroti Proyek Eks Bioskop Irama Malang

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

Prev Next

POPULER HARI INI

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

BERITA LAINNYA

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Publik Apresiasi Tes Urine Serentak Kapolri: Tegaskan Integritas Polri

Kasum TNI: Penanganan Bencana Sumatra Berlanjut hingga Rekonstruksi

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Cabai Rawit Merah di Pasar Jumapolo Karanganyar Tembus Rp99 Ribu

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d