JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan fokus pembangunan Kota Kediri tahun 2027 pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan peningkatan pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat Kecamatan Kota di Gedung Kelurahan Banjaran, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menyebut Musrenbang menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan, sebelum dirumuskan menjadi program prioritas daerah.
“Melalui Musrenbang ini, aspirasi masyarakat kita kaji bersama untuk dirumuskan menjadi program yang terukur, terencana dan berdampak nyata,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan Kota Kediri harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan sarana dan prasarana sekolah maupun fasilitas layanan kesehatan dalam kondisi layak dan memadai.
“Jangan sampai sarpras pendidikan dan kesehatan tidak layak. Masyarakat harus mendapat fasilitas terbaik,” tegasnya.
Selain kebutuhan dasar, Pemkot Kediri juga memfokuskan perhatian pada pembangunan infrastruktur, meliputi perbaikan jalan rusak, jembatan, drainase, sanitasi hingga pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan lingkungan harus menjadi perhatian serius agar kualitas hidup warga tetap terjaga.
Di sektor ekonomi, Wali Kota mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi wilayah Kecamatan Kota. Produk unggulan masyarakat akan dibina, diberi pelatihan serta dikurasi agar memiliki daya saing dan kualitas yang lebih baik.
Tak kalah penting, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi prioritas. Ia meminta seluruh perangkat daerah memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan profesional kepada masyarakat.
Mbak Wali mengingatkan, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah dan masyarakat bersikap selektif dalam menyusun usulan pembangunan. Seluruh program harus disesuaikan dengan skala prioritas dan selaras dengan RPJMD Kota Kediri.
“Karena anggaran terbatas, kita harus bijak dan realistis. Usulan yang disampaikan harus benar-benar prioritas,” pungkasnya.
Dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Kota tersebut tercatat sebanyak 77 usulan pembangunan yang akan dibahas lebih lanjut dalam tahapan perencanaan berikutnya. (kur/nuh)