JAVASATU.COM- Sejumlah tokoh Indonesia Timur (INTIM) bersama pegiat sepak bola di Kota Malang menggagas Turnamen Sepak Bola INTIM DAMAI 2026 sebagai ajang memperkuat perdamaian dan cinta tanah air. Turnamen ini diproyeksikan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-112 Kota Malang.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda buka puasa bersama dan koordinasi yang digelar di Co-Working Space Persema Reborn, Stadion Gajayana, Minggu (1/3/2026).
Berbeda dari turnamen pada umumnya yang berorientasi pada hasil akhir pertandingan, INTIM DAMAI 2026 mengusung misi sosial. Sepak bola dijadikan medium untuk mempererat kerukunan lintas daerah serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman warga Kota Malang.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah perwakilan INTIM, di antaranya Muhlis Tajudin (Maluku Utara), Fahrial Yunus (Maluku), Arie Ferdinand Waropen (Papua), Arthur dan Fidel (NTT), Otis (Maluku), Rio dan Yakup (Papua), serta Wahyu Eko Setiawan (Sam WES) dari Malang City Football Academy (MCFA).
Muhlis Tajudin, tokoh Persema Legends asal Ternate, menegaskan turnamen ini bukan sekadar agenda olahraga, melainkan ruang temu budaya.
“Tujuan utamanya memperkuat semangat perdamaian, cinta tanah air, dan kerukunan di Kota Malang. Ini juga menjadi hadiah untuk HUT ke-112 Kota Malang,” ujarnya.
Senada, Arie Ferdinand Waropen dari Solidaritas Generasi Muda Papua (SGMP) menyebut turnamen tersebut lahir dari kesadaran kolektif masyarakat Indonesia Timur yang menetap di Malang.
“Kami menjunjung tinggi prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, kami wajib ikut membangun dan menjaga Kota Malang dengan memperkuat perdamaian dan kerukunan,” katanya.
Tak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, INTIM DAMAI 2026 juga dirancang sebagai festival budaya. Fahrial Yunus menyebut akan ada pertunjukan seni tradisi dan bazar kuliner khas Indonesia Timur.
“Wahana utamanya memang sepak bola. Tapi nanti juga ada seni budaya dan bazar kuliner khas Indonesia Timur untuk mempererat kebersamaan,” jelas Fahrizal.
Sementara itu, Wahyu Eko Setiawan (Sam WES) selaku inisiator menyatakan turnamen ini ingin melampaui sekadar kompetisi.
“Turnamen ini diharapkan menjadi contoh bagaimana olahraga dapat berdiri sejajar dengan budaya sebagai medium persatuan, bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan kebersamaan,” ujarnya.
Panitia menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.00–18.00 WIB di lokasi yang sama untuk mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan.
“Melalui INTIM DAMAI 2026, olahraga dan budaya diharapkan benar-benar menyatu sebagai sarana menggaungkan cinta tanah air sekaligus memperkuat solidaritas lintas daerah di Kota Malang,” pungkas Sam Wes. (arf)