JAVASATU.COM- Sebanyak 39 tim dari tujuh daerah di Jawa Timur meramaikan Turnamen Ramadan Malang City Football Academy (MCFA) 2026 yang digelar di Lapangan Luar Stadion Gajayana, Kota Malang.

Turnamen sepak bola usia dini tersebut berlangsung sejak 21 Februari hingga 8 Maret 2026 dengan mempertandingkan kelompok usia 9 hingga 13 tahun. Tim peserta berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan, Lumajang, Blitar, dan Sidoarjo.
Pada laga pamungkas yang digelar Minggu (8/3/2026), delapan tim terbaik kategori usia 12 tahun berhasil melaju ke babak akhir. Mereka adalah ABSA Pasuruan, Persega Gadang, Jaguar Muda, Putra Dewa, Mitra Malang, Perseka Lumajang, Nusantara Indonesia, dan Gerzy Star.
Pertandingan berlangsung sengit dengan tempo tinggi karena seluruh tim tampil maksimal untuk meraih gelar juara.
“Pertandingan pamungkas berjalan dengan tensi dan tempo tinggi. Semua tim bermain dengan semangat pantang menyerah. Alhamdulillah seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar,” ujar Muhlis Tajudin, pengawas pertandingan sekaligus koordinator wasit MCFA 2026.
Menurutnya, turnamen ini dirancang dengan konsep sepak bola SeNAng (sehat dan menyenangkan) yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pemain usia dini.
Selain itu, panitia juga menghadirkan wasit profesional untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus membantu meningkatkan mental bertanding, kemampuan teknik, dan kondisi fisik para pemain muda.

Sementara itu, pada pertandingan perebutan tempat ketiga, laga antara Gerzy Star melawan Nusantara Indonesia berlangsung ketat hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Hasilnya, Gerzy Star berhasil meraih posisi ketiga, sedangkan Nusantara Indonesia menempati peringkat keempat.
Penyerahan trofi juara pertama dilakukan langsung oleh Muhlis Tajudin, sementara trofi juara kedua diserahkan oleh Abdul Ghofur dari Indonesia Damai.
Match Commissioner MCFA, Gabriella Bella, berharap kompetisi serupa dapat terus digelar sebagai wadah pembinaan sepak bola usia dini di Malang Raya.
“Semoga bulan depan kita bisa kembali menggelar kompetisi untuk mendukung pengembangan fisik, mental, keterampilan, dan kecerdasan bermain sepak bola usia dini di Malang Raya,” ujarnya. (arf)