email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 3 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

by Sudasir Al Ayyubi
13 Maret 2026

JAVASATU.COM- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengangkat kehidupan pemain ludruk yang memerankan tokoh perempuan melalui film dokumenter berjudul “Panggung Wandu”.

(Credit: Humas UNESA)

Film tersebut diputar di Home Theater Perpustakaan Kampus 2 Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, dan disaksikan sekitar 100 penonton yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi seni.

Dokumenter ini digarap oleh tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi Unesa, yakni Rahmat Aditya Putra, Fauzyaur Rahma Trisnani, dan Akhdaan Arrafi Hadi. Karya tersebut menjadi proyek tugas akhir yang setara dengan skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa.

Rahmat Aditya Putra mengatakan film tersebut dibuat untuk membuka ruang diskusi mengenai keberadaan wandu dalam kesenian ludruk, yaitu pemain laki-laki yang memerankan tokoh perempuan di atas panggung.

“Kami ingin publik melihat kembali bagaimana ludruk bertahan, termasuk bagaimana peran wandu di dalamnya,” kata Rahmat usai pemutaran film, Jumat (13/3/2026).

Dalam tradisi Ludruk, peran perempuan sejak lama kerap dimainkan oleh laki-laki. Para pemain tampil di atas panggung dengan mengenakan kebaya, berdandan layaknya perempuan, dan berinteraksi dengan gaya khas yang mengundang tawa penonton.

Namun di balik penampilan di panggung, film ini juga mengangkat sisi kehidupan para pemain di luar panggung, termasuk dinamika identitas serta stigma sosial yang masih mereka hadapi.

Proses pembuatan film dilakukan melalui riset lapangan, wawancara dengan para pemain ludruk, serta pengamatan terhadap kehidupan mereka di balik panggung.

BacaJuga :

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Film tersebut dibimbing oleh dosen Ilmu Komunikasi Unesa Eko Pamuji.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan seminar hasil yang membahas proses produksi dan pendekatan riset yang digunakan dalam pembuatan dokumenter tersebut.

Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Unesa, Anam Miftahul Huda, mengatakan mahasiswa memiliki beberapa pilihan dalam menyelesaikan tugas akhir, tidak hanya melalui skripsi.

“Mahasiswa bisa memilih jalur skripsi, proyek berbasis karya seperti film dokumenter, atau melalui publikasi ilmiah,” ujarnya.

Film dokumenter “Panggung Wandu” rencananya juga akan diserahkan kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah kesenian ludruk yang selama puluhan tahun pernah berkembang melalui siaran radio tersebut.

Melalui karya ini, para mahasiswa berharap cerita tentang kehidupan para pemain ludruk, khususnya wandu, dapat terus terdokumentasi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisi di Indonesia. (sir/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: FilmKota SurabayamahasiswapendidikanPerguruan TinggiUnesa

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Brandgang Lapas Malang Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana 4 Kuintal

Survei Lokasi Sebelum Beraksi, Polisi Bongkar Curanmor di Majalengka

PWI Luncurkan Website pwi.or.id, Hampir 40 Portal Daerah Terkoneksi

Jelang Hari Santri 2026, LP Maarif NU Dukun Siapkan Ini

Prev Next

POPULER HARI INI

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

BERITA LAINNYA

Ketum PWI: Negara Perlu Jaga Ekosistem Pers di Era Algoritma

Sandi Fahmi Dilantik, Bagaimana Nasib Kursinya Jika Hamzah Menang di Pengadilan?

Ketum PWI dan KDM Ingatkan Pers Jaga Independensi di Era AI

Polisi Tangkap Tersangka Pencurian di Masjid dan Sekolah Purworejo Jateng

8.000 Satlinmas Jateng Serukan “Jaga Desa, Jaga Indonesia”

Aktivis Agraria Afri Faturahman Nahkodai PK KNPI Lengkong Sukabumi

Brandgang Lapas Malang Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana 4 Kuintal

Survei Lokasi Sebelum Beraksi, Polisi Bongkar Curanmor di Majalengka

PWI Luncurkan Website pwi.or.id, Hampir 40 Portal Daerah Terkoneksi

Jelang Hari Santri 2026, LP Maarif NU Dukun Siapkan Ini

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved