JAVASATU.COM- Kelanjutan pembangunan Alun-Alun Kota Kediri masih tertunda meski seluruh tahapan administrasi hingga putusan Mahkamah Agung (MA) telah dilalui. Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mendesak pihak kontraktor untuk mematuhi putusan hukum agar proyek segera dilanjutkan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Ferry Djatmiko menegaskan, pembangunan alun-alun menjadi prioritas karena merupakan ikon kota yang dinantikan masyarakat.
“Kami ingin pembangunan alun-alun ini segera dilaksanakan karena menjadi harapan warga Kota Kediri,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ferry menjelaskan, proses penyelesaian proyek telah melalui audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kajian tim ahli independen dari UPN Veteran Jawa Timur, hingga proses hukum di Mahkamah Agung.
“Seluruh tahapan sudah kami lalui, mulai audit BPKP, kajian tim ahli, hingga putusan Mahkamah Agung,” jelasnya.
Namun, hingga kini pembangunan belum dapat dilanjutkan karena belum adanya kesepakatan nilai pembayaran antara pemerintah dan kontraktor. Berdasarkan hasil audit dan kajian, nilai proyek direkomendasikan sebesar Rp6,6 miliar, sementara kontraktor mengajukan klaim hingga Rp16,2 miliar.
“Kami berharap kontraktor bisa berkomitmen menjalankan putusan Mahkamah Agung agar proyek ini segera berjalan,” tegas Ferry.
Ia menekankan bahwa kendala utama saat ini terletak pada komitmen para pihak dalam mematuhi keputusan hukum, bukan pada aspek teknis pembangunan.
“Kalau tidak ada komitmen, ini akan terus menghambat pembangunan,” katanya.
Pemkot Kediri, lanjut Ferry, terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait guna mempercepat penyelesaian sengketa tersebut. Meski demikian, pemerintah tetap berpegang pada hasil audit dan putusan hukum yang berlaku.
“Kami tetap mengacu pada hasil BPKP dan putusan Mahkamah Agung,” ujarnya.
Ia menambahkan, anggaran pembangunan Alun-Alun Kediri telah disiapkan dalam APBD 2026, sehingga proyek bisa langsung dilanjutkan apabila persoalan ini terselesaikan.
“Begitu negosiasi selesai, pembangunan bisa segera dimulai karena anggaran sudah tersedia,” ungkapnya.
Pemkot Kediri juga mengimbau semua pihak mengedepankan kepentingan masyarakat agar pembangunan alun-alun sebagai ikon kota dapat segera terealisasi. (arf)