JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan penguatan standar gizi dan keamanan pangan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Ruang Joyoboyo, Rabu (15/4/2026). Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai tujuan awal.

Dalam arahannya, Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, menekankan bahwa evaluasi menjadi instrumen penting untuk mengukur capaian program sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan. Ia menyebut program MBG memiliki visi kemanusiaan dalam peningkatan kualitas gizi anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Tujuan dari program MBG ini adalah visi kemanusiaan. Anak-anak yang kurang mampu harus mendapatkan asupan gizi yang sesuai kebutuhan agar tumbuh menjadi generasi berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Mbak Wali menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk kewajiban memiliki Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Selain itu, ia meminta seluruh mitra dan yayasan pengelola SPPG memperhatikan sarana-prasarana sesuai pedoman Badan Gizi Nasional, termasuk ketentuan menu yang mengacu pada standar Kementerian Kesehatan, pemilihan bahan baku yang layak, serta uji cepat (rapid test) makanan.
“Saya yakin setiap SPPG sudah menakar kebutuhan gizi dengan baik. Perlu juga ada informasi angka kecukupan gizi dan waktu konsumsi agar masyarakat lebih paham,” katanya.
Mbak Wali juga menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pihak agar tujuan program tidak melenceng. Ia meminta kualitas makanan tetap dijaga tanpa mengurangi standar pelayanan kepada penerima manfaat.
“Program ini tujuannya mulia, tapi kalau sistemnya tidak tepat maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Jadi kualitas dan kuantitas harus tetap dijaga,” tegasnya. (kur/nuh)