JAVASATU.COM- Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menutup pelatihan teknis penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Jumat (24/4/2026). Dalam penutupan itu, ia menegaskan komitmen peningkatan mutu layanan kesehatan, termasuk memastikan masyarakat tidak dipersulit saat mengakses layanan, khususnya pengguna BPJS.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti 147 peserta dari tiga RSUD, 32 puskesmas, dan UPT Labkesda. Pelatihan ini bertujuan memperkuat tata kelola, kinerja layanan, serta akuntabilitas institusi kesehatan di Kabupaten Gresik.
“Pelatihan penyusunan SPM dan rencana strategis BLUD ini memiliki arti penting dan strategis dalam mendukung tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Asluchul Alif dalam sambutannya.
Ia menegaskan, dokumen rencana strategis tidak sekadar administratif, melainkan menjadi pedoman utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Renstra bukan sekadar dokumen, tetapi arah pelayanan agar lebih efektif, efisien, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Wabup juga meminta seluruh peserta mengimplementasikan hasil pelatihan secara optimal di unit kerja masing-masing, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan terukur.
“Harapan saya, hasil pelatihan ini bisa diterapkan dengan baik, sehingga SPM dan Renstra BLUD selaras dengan visi misi Pemkab Gresik dan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh BLUD bidang kesehatan agar terus berinovasi, meningkatkan kompetensi SDM, serta menjaga tata kelola layanan.
“Saya titip jangan sampai ada layanan yang tidak baik, jangan dipersulit terutama bagi masyarakat pengguna BPJS. Itu hak dasar yang harus dijamin pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menjelaskan pelatihan digelar pada 22–24 April 2026 dengan materi penyusunan Renstra, SPM, hingga rencana tindak lanjut dan evaluasi.
“Setelah pelatihan ini, akan ada pendampingan rutin melalui Zoom bersama LPPSP UI, dengan target penyelesaian dokumen SPM dan Renstra dalam dua bulan,” kata Mukhibatul Khusnah.
Ia menegaskan, pelatihan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kinerja layanan kesehatan serta selaras dengan visi misi daerah.
“Pelatihan ini harus berdampak dan mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Gresik,” tandasnya. (bas/arf)