JAVASATU.COM- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) berlangsung meriah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026). Mengusung tema “Omong Kosong”, acara ini tak hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi musisi jalanan, tetapi juga ruang kritik sosial terhadap fenomena ucapan tanpa realisasi, khususnya dari kalangan pemimpin.

“Ulang tahun nih yee,” sapa Presiden KPJ Indonesia, Anto Baret, saat membuka penampilannya di atas panggung.
Perayaan dihadiri perwakilan KPJ dari berbagai daerah, mulai dari Pandeglang, Bandung, Rangkasbitung, Surabaya, hingga Makassar. Mereka tampil membawakan karya masing-masing, memperkuat semangat kebersamaan dalam komunitas musisi jalanan yang telah eksis lebih dari empat dekade.
“Ini bukan sekadar ulang tahun, tapi ruang apresiasi karya bagi seluruh musisi KPJ di Indonesia,” ujar Anto Baret.
Namun, di balik kemeriahan acara, Anto Baret menyoroti fenomena “omong kosong” yang dinilainya semakin marak dalam kehidupan sosial dan politik. Ia menegaskan, persoalan menjadi serius ketika ucapan tidak sejalan dengan kebijakan nyata.
“Kalau pemimpin omongannya sudah tidak bisa dipegang, harapan rakyat jelata untuk merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu sulit,” tegasnya.
Ia juga mengkritik kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran, termasuk program yang dianggap belum memiliki dasar hukum kuat dan tidak menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
“Bukan hanya soal reputasi pribadi pemimpin, tetapi martabat bangsa juga dipertaruhkan,” lanjut Anto.
Menurutnya, pemimpin seharusnya terbuka terhadap kritik dan mampu menyelaraskan janji dengan implementasi di lapangan, terutama menyangkut kesejahteraan rakyat kecil.
“Pemimpin jangan anti kritik. Rakyat hanya ingin janji itu benar-benar diwujudkan,” ujarnya.
Di usia ke-44, KPJ diharapkan tetap menjadi wadah yang solid bagi para musisi jalanan dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian, dan karya positif.
“KPJ harus semakin solid. Persaudaraan itu harus benar-benar menyentuh sampai ke relung hati,” pungkas Anto Baret.
Sebelum puncak acara, rangkaian HUT diawali malam perenungan di Sekretariat KPJ Jakarta pada Jumat (1/5/2026), ditandai pemotongan tumpeng. Selain itu, panitia juga menggelar ziarah ke makam tokoh dan senior KPJ seperti WS Rendra, Atok Klobot, dan Hendro Sujatmoko sebagai bentuk penghormatan.
“Momentum ini juga untuk mengenang jasa para senior yang telah membesarkan KPJ,” kata Ketua Panitia HUT KPJ ke-44, Uluy. (saf)