email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 8 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

by Julian Sukrisna
8 Mei 2026

JAVASATU.COM- Sebelumnya, di luar gedung Pasar Kebalen, Kota Malang, aspal jalanan riuh oleh tawar-menawar. Sejak subuh, kaki lima meluber, klakson bersahut-sahut, dan transaksi bergerak cepat di atas jalur lambat.

Namun, begitu melangkah masuk ke dalam gedung pasar, suasananya mendadak berubah drastis. Sunyi dan senyap.

Di salah satu sudut lapak yang sepi itu, Zubaedah duduk menanti pembeli. Sejak tahun 2016, ia setia menjaga lapak warisan almarhumah ibunya di dalam gedung.

Saat ratusan pedagang lain memilih meluber ke jalan demi menjemput bola, Zubaedah memilih bertahan di bawah atap beton pasar.

Lapak Zubaedah (jilbab coklat muda) di tengah-tengah lapak kosong di dalam Pasar Kebalen, Kota Malang. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)

“Pertama yang jualan itu ibu saya, kemudian beliau meninggal dan saya meneruskan. Dari awal, saya memang enggak ada niatan untuk jualan di luar,” kata Zubaedah, Jumat (8/5/2026).

Takut Kehilangan Pelanggan

Gedung Pasar Kebalen sebenarnya sudah direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar lebih layak. Namun, bangunan ini justru sepi aktivitas.

Lantai dua kosong melompong sejak awal diresmikan. Di lantai satu, hanya sebagian kecil lapak yang terisi, sementara bagian belakang kosong tak bertuan.

Kondisi lantai dua Pasar Kebalen, Kota Malang. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)

Zubaedah bercerita, upaya mengajak pedagang luar masuk ke dalam gedung bukannya tidak pernah ada. Pemkot Malang berulang kali memberi imbauan, namun selalu gagal.

Pedagang di luar enggan masuk karena satu alasan klasik yang logis bagi urusan perut: takut sepi.

BacaJuga :

Setelah 20 Tahun Menunggu, Komisi C Kawal Persiapan Akhir Betonisasi Jalan Pasar Gadang

KDM Sapa Warga Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kebun Raya Bogor

“Mereka tidak berkenan masuk karena takut kehilangan pelanggan,” ungkapnya.

Ketakutan kolektif itulah yang akhirnya memicu masalah baru. Karena semua pedagang memilih bertahan di pinggir jalan, pembeli pun enggan masuk ke dalam gedung.

Komunikasi “Surat-suratan” yang Mentah

Realitas di lapak Zubaedah menjadi pembenaran atas kritik tajam dari Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi.

Menurut Arief, kegagalan penataan pasar selama ini terjadi karena Pemkot Malang kerap berkomunikasi menggunakan kacamata birokrasi, bukan pendekatan persuasif.

“Ajak komunikasi mereka. Selama ini komunikasi kan seolah-olah hanya memakai surat. Jangan lah,” kritik Arief saat ditemui usai sidak di kawasan Gadang, Kamis (07/05/2026).

Bagi legislator tersebut, mengirim surat edaran yang berisi instruksi jam buka-tutup atau perintah pindah secara mendadak hanya akan memicu penolakan pedagang.

Pedagang kecil butuh jaminan bahwa saat mereka bersedia masuk ke dalam pasar, pendapatan mereka tidak mati.

“Jangan tiba-tiba lah. Kemarin perubahan jadwal di Pasar Kebalen itu kan tiba-tiba, sehingga pedagang ngedumel (menggerutu). Kalau begitu, sebulan dua bulan mereka pasti kembali lagi ke jalan,” tambah Arief.

Ia mendorong Pemkot Malang melakukan dialog tatap muka dan memberikan gambaran tata ruang yang menjanjikan di tempat relokasi yang baru.

“Kalau diajak ngomong dan diberi gambaran terbaik, saya yakin namanya manusia pasti bisa mengerti,” imbuhnya.

Asa di Balik Penertiban

Bagi Zubaedah, kabar penertiban jalan dan rencana relokasi pedagang liar oleh Pemkot Malang justru membawa harapan baru.

Ia tidak cemas. Sebaliknya, ia berharap ketegasan pemerintah kali ini bisa membuat gedung pasar yang ditempatinya kembali bernyawa.

“Senang kalau semua pedagang akhirnya mau masuk ke dalam. Insyaallah, kalau di dalam ramai pedagang, pembeli juga otomatis pasti ikut ramai masuk ke sini,” harap Zubaedah. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota MalangPasar Kebalen

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Karantina Hafalan Al-Qur’an Santri MTs Refah Islami di Sejuknya Pacet

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

OPINI: Perubahan Manajemen Kantor di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Setelah 20 Tahun Menunggu, Komisi C Kawal Persiapan Akhir Betonisasi Jalan Pasar Gadang

OPINI: Desentralisasi Fiskal, Kunci Kemandirian atau Ketimpangan?

OPINI: Juru Pitutur sebagai Ujung Tombak Pejuang Kebudayaan

OPINI: Definisi Fiscal Resilience, Rendahnya Pajak dan Kerentanan Negara

KDM Sapa Warga Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kebun Raya Bogor

OPINI: Manajemen Berbasis Kinerja di Kecamatan Kabat Banyuwangi

Sidak Pasar Gadang, Arief Wahyudi Soroti Persiapan Lahan yang Masih ‘Tambal Sulam’

Prev Next

POPULER HARI INI

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

“Mlebu Metu” Ajak Warga Kota Malang Berkaca Lewat Seni pada 8 Mei 2026

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

BERITA LAINNYA

Karantina Hafalan Al-Qur’an Santri MTs Refah Islami di Sejuknya Pacet

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

OPINI: Perubahan Manajemen Kantor di Era Digital: Tantangan dan Peluang

Setelah 20 Tahun Menunggu, Komisi C Kawal Persiapan Akhir Betonisasi Jalan Pasar Gadang

OPINI: Desentralisasi Fiskal, Kunci Kemandirian atau Ketimpangan?

OPINI: Juru Pitutur sebagai Ujung Tombak Pejuang Kebudayaan

OPINI: Definisi Fiscal Resilience, Rendahnya Pajak dan Kerentanan Negara

KDM Sapa Warga Rumah Sakinah Muhammadiyah di Kebun Raya Bogor

OPINI: Manajemen Berbasis Kinerja di Kecamatan Kabat Banyuwangi

Sidak Pasar Gadang, Arief Wahyudi Soroti Persiapan Lahan yang Masih ‘Tambal Sulam’

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

260 Pesilat Bertarung, IPSI Kabupaten Malang Tekankan Prestasi Tanpa Permusuhan

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved