JAVASATU.COM- Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) melakukan audiensi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan kawasan pesisir dan kepulauan yang masih menghadapi ketimpangan layanan dasar.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran pengurus ASPEKSINDO, termasuk Staf Ahli Bidang Hukum Mukhlis Ramlan, S.H., M.H (mil), Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Perempuan Dyah Arum Sari, S.H., S.S., M.Pd, C.ST MI, Dr. Misyal B. Achmad, S.H., M.H., Direktur Kerjasama dan Kemitraan Strategis R. Panji Arioseno, S.E., B.A., M.A., serta Direktur Pemberdayaan Kepemudaan dan Masyarakat Pesisir Dr. Misbah Mubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG.
Dalam forum tersebut, ASPEKSINDO memaparkan berbagai persoalan mendasar di wilayah kepulauan dan pulau terluar, mulai dari terbatasnya akses kesehatan, pendidikan, komunikasi, hingga minimnya infrastruktur dasar.
Staf Ahli Bidang Hukum ASPEKSINDO, Mukhlis Ramlan, menegaskan bahwa pihaknya membawa data lapangan terkait kondisi masyarakat pesisir yang masih tertinggal. Ia menilai, kesenjangan pembangunan di wilayah perbatasan harus segera diatasi melalui kebijakan terarah.
“ASPEKSINDO tentu menjadi pilar terdepan dalam menghubungkan harapan masyarakat pesisir dan kepulauan dengan program pemerintah pusat dalam balutan Asta Cita. Persoalan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di pulau terluar masih menjadi derita yang harus segera diakhiri,” ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan telah berbasis data dan disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI dalam forum resmi.
“Kami berbicara berbasis data, dan kami sampaikan secara langsung kepada Wakil Presiden,” lanjutnya.
Gibran Tegaskan Pemerataan Pembangunan Pesisir
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan perhatian serius dengan mengoordinasikan berbagai aspirasi terkait hambatan pembangunan di wilayah kepulauan Indonesia. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kuat Wapres dalam mendorong percepatan pembangunan yang merata, dengan harapan mengubah kesulitan masyarakat menjadi kesejahteraan yang lebih baik.
Menurut Gibran, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya terkait penguatan layanan dasar serta pemerataan ekonomi di wilayah yang menjadi beranda depan negara.
ASPEKSINDO meyakini bahwa sinergi dengan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran dapat mempercepat penyelesaian berbagai hambatan pembangunan di kawasan pesisir. Fokus pada pengembangan ekonomi biru serta penguatan konektivitas antar-pulau dinilai menjadi kunci utama transformasi wilayah kepulauan.
“Sinergitas antara ASPEKSINDO dan pemerintah pusat adalah kunci agar masa depan masyarakat pesisir tidak lagi terabaikan. Kami optimis kolaborasi bersama Prabowo-Gibran akan membawa perubahan nyata,” ujar Mukhlis Ramlan.
ASPEKSINDO Komitmen Perjuangkan Kedaulatan Maritim Indonesia
Terpisah, Direktur Eksekutif ASPEKSINDO Andi Fajar Asti yang hadir di Istana Wakil Presiden bersama perwakilan kepala daerah, yakni Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, S.H., M.H., menegaskan komitmen ASPEKSINDO untuk konsisten menjaga visi dan misi dalam memperjuangkan kedaulatan maritim serta kesejahteraan masyarakat pesisir. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), ASPEKSINDO disebut terus menjadi garda terdepan dalam mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada daerah kepulauan.
“Kami senantiasa menjaga amanah pembentukan ASPEKSINDO untuk memastikan bahwa pembangunan tidak lagi hanya berorientasi land-based atau daratan, melainkan mulai bergeser ke arah maritim atau ocean-based,” ujar Andi Fajar dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan, pertemuan dengan Wakil Presiden RI merupakan implementasi langsung dari visi dan misi ASPEKSINDO dalam memperjuangkan pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan.
“Kami konsisten mengawal akselerasi RUU Daerah Kepulauan, mendorong hilirisasi kelautan dan ekonomi biru, serta mendukung program nasional berbasis lokal dalam pemanfaatan potensi pangan, khususnya perikanan, serta pemberdayaan SDM maritim,” tegasnya.
Andi Fajar menambahkan, penguatan kolaborasi antar-333 daerah anggota menjadi kunci agar suara wilayah pesisir dan kepulauan dapat terdengar lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.
“ASPEKSINDO harus go international. Kami adalah arsitek masa depan maritim Indonesia dan akan terus bergerak memastikan setiap potensi laut benar-benar memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” pungkasnya. (saf)