JAVASATU.COM- Keberhasilan UMKM binaan Polres Gresik menembus pasar internasional mendapat perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. UMKM PT Aji Bakuh Anugrah (ABA) dinilai sukses mengubah limbah sekam padi menjadi produk ekspor bernilai tinggi yang diminati pasar Jepang, Korea Selatan hingga Timur Tengah.

Apresiasi itu disampaikan Kapolri saat kunjungan kerja di Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Di sela agenda peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Kapolri menilai pembinaan UMKM yang dilakukan Polres Gresik menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas hingga masuk pasar global.
“Pembinaan UMKM ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami ingin usaha lokal memiliki daya saing hingga tingkat internasional,” ujar Kapolres.
PT ABA sendiri mengembangkan produk bio-carbon atau arang sekam dan feedmeal berbahan limbah organik pertanian. Sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah menjadi produk ramah lingkungan untuk kebutuhan industri dan pakan ternak.
Produk tersebut disebut telah memenuhi standar kualitas internasional, mulai dari kualitas karbon, kadar air hingga kandungan nutrisi. Hal itu membuat produk asal Gresik mampu bersaing di pasar ekspor yang memiliki standar ketat.
Perwakilan PT ABA mengatakan tren penggunaan produk berkelanjutan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi industri pengolahan limbah organik asal Indonesia.
“Kami ingin membuktikan bahwa limbah pertanian Indonesia punya nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar dunia,” ujar perwakilan PT ABA.
Selain kualitas produk, posisi strategis Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi keuntungan tersendiri dalam proses distribusi ekspor. Pengiriman dinilai lebih cepat dan efisien sehingga meningkatkan daya saing produk.
PT ABA juga telah melengkapi dokumen legalitas ekspor seperti Certificate of Origin (COO) untuk memperkuat kepercayaan buyer internasional terhadap produk asal Indonesia. (bas/arf)