JAVASATU.COM- Sebuah rumah dua lantai milik warga di RT 06 RW 02, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, hangus terbakar saat ditinggal pemiliknya bekerja dan bersekolah, Senin (8/6/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi rumah ludes dilalap api dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Api pertama kali diketahui oleh Dani, tetangga korban yang tinggal di bagian belakang rumah. Saat itu ia melihat kobaran api sudah membesar disertai kepulan asap hitam pekat dari bangunan berukuran 5 x 7 meter tersebut.
“Saya langsung berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api,” ujar Dani.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, besarnya kobaran membuat api sulit dikendalikan sehingga warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu.
Mendapat laporan tersebut, petugas Damkarmat menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman juga melibatkan Tim Tagana Kota Batu, warga setempat, personel Polsek Junrejo, Polres Batu, serta Koramil Junrejo.
Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Beruntung, kebakaran tidak merembet ke rumah-rumah lain meski lokasi berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, mengatakan saat kebakaran terjadi rumah dalam kondisi kosong karena seluruh penghuni telah beraktivitas di luar rumah.
“Kejadian itu dalam keadaan rumah kosong. Bu Farida dan anak pertamanya pergi bekerja, sedangkan anak keduanya pergi ke sekolah,” kata Tri Wahyuwono.
Selain menghanguskan bangunan dan seluruh perabot di dalamnya, seekor kucing peliharaan milik korban dilaporkan tidak dapat diselamatkan. Tiga anggota keluarga yang menghuni rumah tersebut selamat karena tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Terkait penyebab kebakaran, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Namun, pihak pemerintah desa menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
“Untuk sementara diduga akibat korsleting listrik, tetapi kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang,” jelas Tri Wahyuwono.
Pasca-pemadaman, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polres Batu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap sumber api secara ilmiah.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu Agung Sedayu membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut dan menyatakan proses pendataan kerugian masih berlangsung. (yon/nuh)