email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

by Yondi Ari
29 Juli 2026

JAVASATU.COM- Ekosistem industri kreatif dan startup di Kota Malang menjadi ruang belajar langsung bagi 330 siswa SMK Telkom Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Para siswa kelas XII itu datang ke Malang Creative Center (MCC) untuk mengenal lebih dekat praktik industri teknologi, mulai artificial intelligence (AI), digital marketing, game developer hingga startup.

Direktur Indiekraf Indonesia M. Zlaelfikar Albaba (kiri) dan Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso (kanan). (Foto: Yondi Ari/Javasatu.com)

Kegiatan yang berlangsung Rabu (29/7/2026) tersebut mempertemukan para siswa dengan sejumlah pelaku industri kreatif dan teknologi di Malang. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melihat langsung lingkungan kerja startup, mengikuti sharing session, coaching, serta workshop berbasis praktik.

Direktur Indiekraf Indonesia M. Zlaelfikar Albaba mengatakan MCC dipilih karena menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku startup dan industri kreatif di Kota Malang. Kehadiran siswa dari SMK Telkom Purwokerto Banyumas menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ekosistem industri kreatif Malang secara langsung kepada generasi muda dari luar daerah.

“Hari ini memang kesempatan untuk bisa kolaborasi. Kami sebagai industri Indiekraf Indonesia dipercaya untuk menjadi partner supaya teman-teman bisa melihat secara real use case industri itu seperti apa,” ujar Zlaelfikar.

Dalam kegiatan tersebut, 330 siswa dibagi ke dalam empat track pembelajaran. Masing-masing yakni artificial intelligence (AI), digital marketing, game developer, dan startup.

Pada track AI, siswa belajar pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pembuatan konten dan produktivitas sehari-hari. Track digital marketing mengenalkan siswa pada dunia pemasaran digital beserta praktiknya.

Sementara itu, track game developer membahas bagaimana membangun studio game dan proses membuat gim. Adapun track startup diarahkan bagi siswa yang ingin memahami bisnis dan manajemen, termasuk bagaimana mengembangkan ide bisnis.

“Kita bagi menjadi empat track, ada artificial intelligence, digital marketing, game developer, dan startup. Jadi teman-teman belajar sesuai bidang yang diminati, mulai dari penggunaan AI, industri digital marketing, pembuatan game, sampai bagaimana membangun ide bisnis,” jelas Zlaelfikar.

Pembelajaran tersebut diperkuat dengan kehadiran mentor dari pelaku industri kreatif dan teknologi. Mereka antara lain Rahmat Anggara, CEO Qasir ID; Hino Kertapati, CEO Kontenporer Studio; Hari Obbie, content creator Kamu Juga Bisa; M. Zlaelfikar Albaba, Direktur Indiekraf Indonesia sekaligus CEO Nortis AI Academy; serta Ilham Hasymi Effendi, CEO Clay Game Studio.

Para mentor memberikan gambaran mengenai praktik industri berdasarkan bidang masing-masing. Dengan demikian, siswa dapat melihat bagaimana pengetahuan yang diperoleh di sekolah diterapkan dalam dunia kerja dan bisnis teknologi.

Sementara itu, Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso mengatakan kunjungan ke Malang merupakan bagian dari penerapan pengalaman industri dalam pembelajaran. Program tersebut sejalan dengan tagline baru sekolah, School of Global Technopreneur, yang salah satu pendekatannya menggunakan project-based learning.

“Project-based learning itu komponennya adalah mengenal industri, dan industri yang kaitannya dengan teknopreneur. Makanya ini alasannya kenapa kita bawa ke Malang Creative Center, tujuannya adalah ketemu para teknopreneur yang sudah running, yaitu teman-teman startup di sini,” kata Aris.

BacaJuga :

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

Menurut Aris, pengalaman melihat langsung ekosistem startup memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan hanya menghadirkan pelaku industri sebagai guru tamu di sekolah.

Di MCC, siswa dapat melihat aktivitas pelaku startup, memahami lingkungan kerja, mendapatkan brief, mengikuti coaching, serta menyaksikan bagaimana sebuah proyek dikerjakan.

“Goal-nya anak-anak dapat inspirasi real. Mereka tahu bahwa startup itu seperti apa, environment-nya seperti apa, cara manajemen startup itu seperti ini, dan kalau ada project, cara kerja startup itu seperti apa. Mereka lihat langsung,” ujarnya.

Bagi ekosistem industri kreatif Malang, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Zlaelfikar menyebut kerja sama dengan SMK Telkom Purwokerto telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dan tidak berhenti pada kegiatan di MCC.

Ke depan, kolaborasi dapat dikembangkan melalui kelas industri, program magang, guru tamu, hingga kegiatan lain yang mempertemukan siswa dengan pelaku industri.

“Mungkin tidak akan berhenti sampai sini. Akan ada kegiatan-kegiatan berkelanjutan, misalnya kelas industri, magang, guru tamu dan sebagainya. Harapannya, kita juga bisa menularkan ekosistem atau hype dari Malang ini ke Purwokerto,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu cara memperluas jejaring industri kreatif Malang ke daerah lain. Pengalaman ekosistem teknologi dan startup yang berkembang di Kota Malang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekosistem serupa di Purwokerto.

Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut akan dibawa kembali ke sekolah. Mereka akan menyusun catatan pengalaman, membuat materi pemaparan, serta memproduksi video recap untuk kemudian dipresentasikan di kelas.

“Apa saja yang mereka dapat akan dibuat dalam bentuk pemaparan materi. Kemudian juga mereka bikin video recap terhadap aktivitas yang sudah mereka lakukan di sini. Nanti mereka presentasi di depan kelas masing-masing,” jelas Aris.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan posisi Malang sebagai salah satu ruang bertemunya pelaku industri kreatif, startup, teknologi, dan talenta muda dari berbagai daerah.

Melalui MCC dan jejaring pelaku industrinya, pengalaman ekosistem kreatif Malang kini tidak hanya dinikmati pelaku lokal, tetapi mulai menjadi rujukan pembelajaran bagi generasi muda dari luar daerah. (dop/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota MalangMCC Kota Malangpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Operasi Sikat Semeru, Polisi Ungkap Pencurian Laptop di UB

Polisi Tangkap Terduga Pencuri iPhone saat Bantengan di New Wendit Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Operasi Sikat Semeru, Polisi Ungkap Pencurian Laptop di UB

Polisi Tangkap Terduga Pencuri iPhone saat Bantengan di New Wendit Malang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved