email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 29 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

by Yondi Ari
29 Juli 2026

JAVASATU.COM- Ekosistem industri kreatif dan startup di Kota Malang menjadi ruang belajar langsung bagi 330 siswa SMK Telkom Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Para siswa kelas XII itu datang ke Malang Creative Center (MCC) untuk mengenal lebih dekat praktik industri teknologi, mulai artificial intelligence (AI), digital marketing, game developer hingga startup.

Direktur Indiekraf Indonesia M. Zlaelfikar Albaba (kiri) dan Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso (kanan). (Foto: Yondi Ari/Javasatu.com)

Kegiatan yang berlangsung Rabu (29/7/2026) tersebut mempertemukan para siswa dengan sejumlah pelaku industri kreatif dan teknologi di Malang. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melihat langsung lingkungan kerja startup, mengikuti sharing session, coaching, serta workshop berbasis praktik.

Direktur Indiekraf Indonesia M. Zlaelfikar Albaba mengatakan MCC dipilih karena menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku startup dan industri kreatif di Kota Malang. Kehadiran siswa dari SMK Telkom Purwokerto Banyumas menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ekosistem industri kreatif Malang secara langsung kepada generasi muda dari luar daerah.

“Hari ini memang kesempatan untuk bisa kolaborasi. Kami sebagai industri Indiekraf Indonesia dipercaya untuk menjadi partner supaya teman-teman bisa melihat secara real use case industri itu seperti apa,” ujar Zlaelfikar.

Dalam kegiatan tersebut, 330 siswa dibagi ke dalam empat track pembelajaran. Masing-masing yakni artificial intelligence (AI), digital marketing, game developer, dan startup.

Pada track AI, siswa belajar pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pembuatan konten dan produktivitas sehari-hari. Track digital marketing mengenalkan siswa pada dunia pemasaran digital beserta praktiknya.

Sementara itu, track game developer membahas bagaimana membangun studio game dan proses membuat gim. Adapun track startup diarahkan bagi siswa yang ingin memahami bisnis dan manajemen, termasuk bagaimana mengembangkan ide bisnis.

“Kita bagi menjadi empat track, ada artificial intelligence, digital marketing, game developer, dan startup. Jadi teman-teman belajar sesuai bidang yang diminati, mulai dari penggunaan AI, industri digital marketing, pembuatan game, sampai bagaimana membangun ide bisnis,” jelas Zlaelfikar.

Pembelajaran tersebut diperkuat dengan kehadiran mentor dari pelaku industri kreatif dan teknologi. Mereka antara lain Rahmat Anggara, CEO Qasir ID; Hino Kertapati, CEO Kontenporer Studio; Hari Obbie, content creator Kamu Juga Bisa; M. Zlaelfikar Albaba, Direktur Indiekraf Indonesia sekaligus CEO Nortis AI Academy; serta Ilham Hasymi Effendi, CEO Clay Game Studio.

Para mentor memberikan gambaran mengenai praktik industri berdasarkan bidang masing-masing. Dengan demikian, siswa dapat melihat bagaimana pengetahuan yang diperoleh di sekolah diterapkan dalam dunia kerja dan bisnis teknologi.

Sementara itu, Kepala SMK Telkom Purwokerto Aris Puji Santoso mengatakan kunjungan ke Malang merupakan bagian dari penerapan pengalaman industri dalam pembelajaran. Program tersebut sejalan dengan tagline baru sekolah, School of Global Technopreneur, yang salah satu pendekatannya menggunakan project-based learning.

“Project-based learning itu komponennya adalah mengenal industri, dan industri yang kaitannya dengan teknopreneur. Makanya ini alasannya kenapa kita bawa ke Malang Creative Center, tujuannya adalah ketemu para teknopreneur yang sudah running, yaitu teman-teman startup di sini,” kata Aris.

Menurut Aris, pengalaman melihat langsung ekosistem startup memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan hanya menghadirkan pelaku industri sebagai guru tamu di sekolah.

Di MCC, siswa dapat melihat aktivitas pelaku startup, memahami lingkungan kerja, mendapatkan brief, mengikuti coaching, serta menyaksikan bagaimana sebuah proyek dikerjakan.

“Goal-nya anak-anak dapat inspirasi real. Mereka tahu bahwa startup itu seperti apa, environment-nya seperti apa, cara manajemen startup itu seperti ini, dan kalau ada project, cara kerja startup itu seperti apa. Mereka lihat langsung,” ujarnya.

Bagi ekosistem industri kreatif Malang, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Zlaelfikar menyebut kerja sama dengan SMK Telkom Purwokerto telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dan tidak berhenti pada kegiatan di MCC.

Ke depan, kolaborasi dapat dikembangkan melalui kelas industri, program magang, guru tamu, hingga kegiatan lain yang mempertemukan siswa dengan pelaku industri.

“Mungkin tidak akan berhenti sampai sini. Akan ada kegiatan-kegiatan berkelanjutan, misalnya kelas industri, magang, guru tamu dan sebagainya. Harapannya, kita juga bisa menularkan ekosistem atau hype dari Malang ini ke Purwokerto,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu cara memperluas jejaring industri kreatif Malang ke daerah lain. Pengalaman ekosistem teknologi dan startup yang berkembang di Kota Malang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekosistem serupa di Purwokerto.

BacaJuga :

Rakor KKMI Dukun Bahas KMA 736-737, TPG Guru Jadi Perhatian

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut akan dibawa kembali ke sekolah. Mereka akan menyusun catatan pengalaman, membuat materi pemaparan, serta memproduksi video recap untuk kemudian dipresentasikan di kelas.

“Apa saja yang mereka dapat akan dibuat dalam bentuk pemaparan materi. Kemudian juga mereka bikin video recap terhadap aktivitas yang sudah mereka lakukan di sini. Nanti mereka presentasi di depan kelas masing-masing,” jelas Aris.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan posisi Malang sebagai salah satu ruang bertemunya pelaku industri kreatif, startup, teknologi, dan talenta muda dari berbagai daerah.

Melalui MCC dan jejaring pelaku industrinya, pengalaman ekosistem kreatif Malang kini tidak hanya dinikmati pelaku lokal, tetapi mulai menjadi rujukan pembelajaran bagi generasi muda dari luar daerah. (dop/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota MalangMCC Kota Malangpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Bidik Pasar Kerja Global

AKBP Rulian Syauri Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Taat Resdi

Bupati Majalengka Minta KONI Berbenah dan Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji di Sanankulon Blitar, Pererat Kerukunan Warga

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

Komjen Karyoto Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri, JNF: Penolakan Malah Bikin Namanya Meroket

MUI Gresik Tekankan Profesionalisme Petugas Bimbingan Rohani

Rakor KKMI Dukun Bahas KMA 736-737, TPG Guru Jadi Perhatian

Prev Next

POPULER HARI INI

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Bakorwil Malang dan Pemkab Malang Percepat Pembangunan Koridor Selatan Jatim

Raih 6 Medali Peparprov, Atlet NPCI Kabupaten Malang Belum Terima Bonus

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

BERITA LAINNYA

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Bidik Pasar Kerja Global

AKBP Rulian Syauri Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Taat Resdi

Bupati Majalengka Minta KONI Berbenah dan Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji di Sanankulon Blitar, Pererat Kerukunan Warga

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

Komjen Karyoto Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri, JNF: Penolakan Malah Bikin Namanya Meroket

MUI Gresik Tekankan Profesionalisme Petugas Bimbingan Rohani

Rakor KKMI Dukun Bahas KMA 736-737, TPG Guru Jadi Perhatian

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Guru Besar UIN Malang Prof. Ahmad Barizi Dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Surat Sahabat untuk Siswa SDN Gadang 1 Kota Malang yang Tak Naik Kelas Bikin Haru

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Hari Anak Nasional, Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Sekolahkan Siswa SDN Gadang 1 yang Tak Naik Kelas Meski Nilainya Tinggi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved