JAVASATU.COM- Permintaan gas LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Malang Raya mengalami peningkatan menjelang Tahun Baru Islam dan masa libur sekolah. Selain aktivitas rumah tangga yang meningkat, maraknya pesta pernikahan dan tingginya kunjungan wisatawan ke Malang turut mendongkrak konsumsi gas melon tersebut.

Sejumlah pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu mencatat kenaikan permintaan dibandingkan hari biasa. Kendati demikian, distribusi LPG 3 kg dari agen ke pangkalan masih berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat sejauh ini tetap terpenuhi.
“Permintaan LPG 3 kilogram memang mengalami kenaikan seiring datangnya musim liburan anak sekolah. Selain itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Malang untuk berlibur sehingga aktivitas usaha kuliner dan kebutuhan rumah tangga juga ikut meningkat,” kata pemilik pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Minfahul Huda, Kamis (11/6/2026).
Menurut Minfahul, peningkatan permintaan mulai dirasakan sejak memasuki masa libur sekolah. Banyak keluarga yang lebih sering beraktivitas di rumah maupun menerima kunjungan kerabat sehingga kebutuhan memasak ikut bertambah.
“Bulan ini cukup banyak acara pernikahan dan hajatan masyarakat. Kebutuhan LPG untuk memasak dalam jumlah besar otomatis meningkat dibandingkan hari biasa,” ujarnya.
Selain kebutuhan rumah tangga, permintaan gas bersubsidi juga meningkat dari sektor usaha kecil, khususnya jasa katering dan pelaku usaha kuliner yang melayani berbagai acara hajatan masyarakat.
Meski konsumsi meningkat, stok LPG 3 kg di tingkat pangkalan masih dalam kondisi aman. Distribusi dari agen kepada pangkalan juga berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Pasokan masih lancar dan stok aman. Masyarakat tidak perlu panik atau membeli berlebihan karena distribusi dari agen tetap berjalan normal,” katanya.
Para pelaku usaha berharap pasokan LPG bersubsidi tetap terjaga selama periode libur sekolah dan Tahun Baru Islam agar kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi tanpa memicu kelangkaan di lapangan. (arf)