JAVASATU.COM- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan komitmennya mewujudkan Kota Kediri sebagai kota yang agamis dengan tidak memberikan toleransi terhadap peredaran minuman keras (miras) ilegal.
Penegasan tersebut disampaikan menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram atau malam 1 Suro yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu, penertiban miras ilegal merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Pemerintah Kota Kediri.
Karena itu, ia telah menginstruksikan Satpol PP dan dinas terkait untuk memperketat pengawasan serta penindakan terhadap peredaran minuman keras tanpa izin.
“Saya juga sudah mengarahkan kepada Satpol PP dan dinas terkait untuk menertibkan miras ilegal karena ini sesuai dengan visi-misi Pemerintah Kota, salah satunya adalah agamis. Kota Kediri jangan sampai ada miras yang ilegal,” ujar Vinanda usai pelantikan anggota Pramuka Garuda di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Jumat (12/6/2026).
Vinanda menegaskan, menjaga identitas Kota Kediri sebagai kota yang religius tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan miras ilegal berpotensi memicu berbagai gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat meresahkan warga.
“Kita butuh gotong royong dari masyarakat. Kalau ada miras yang ilegal, laporkan kepada kami, termasuk ke Polres, agar supaya nanti kami bisa menindaklanjuti,” katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Kediri juga telah memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang malam 1 Suro. Sejumlah titik strategis di Kota Kediri pun telah dipetakan untuk dijadikan posko pengamanan terpadu.
“Kita sudah mengantisipasi. Kemudian sudah menetapkan titik-titik lokasi nantinya yang bisa kita gunakan istilahnya posko, posko untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Selain menitikberatkan pada aspek keamanan, Mbak Wali mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam dengan memperkuat spiritualitas dan semangat kebersamaan. Ia berharap warga menjaga suasana guyub rukun yang selama ini menjadi ciri Kota Kediri.
“Kita ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, sesuai tema bermunajat untuk meraih masa depan yang gemilang. Selain bekerja keras, kita juga harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan bergotong-royong membangun Kota Kediri,” imbuhnya.
Vinanda berharap semangat religius yang menjadi identitas Kota Kediri dapat terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin Kota Kediri tetap menjadi daerah yang aman, kondusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” pungkas Vinanda. (kur/nuh)