Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Gresik Sudah UHC, Kini Fokus Cegah Fraud JKN

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
6 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Kabupaten Gresik yang telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) kini memfokuskan langkah pada pencegahan kecurangan (fraud) dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berkualitas serta pengelolaan dana JKN berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. (Dok: Pemkab Gresik)

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Fraud JKN Kabupaten Gresik di Aula Mandala Bhakti Praja, Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik, Kamis (6/8/2026).

“Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, pengendalian fraud dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi komitmen bersama agar manfaat program ini dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Menurut Alif, keberhasilan Gresik mencapai UHC merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Melalui skema Peserta Bukan Penerima Upah yang didaftarkan pemerintah daerah (PBPU BP Pemda), masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan tanpa terkendala status kepesertaan.

ADVERTISEMENT

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang kuat agar dana JKN dimanfaatkan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan.

“Komitmen pemerintah tidak berhenti pada perluasan kepesertaan dan penyediaan anggaran. Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh dana yang dikelola dalam Program JKN dimanfaatkan secara tepat, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Wabup Alif menilai pencegahan fraud merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan, tetapi juga rumah sakit, puskesmas, klinik, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Penguatan tata kelola pelayanan, kepatuhan terhadap regulasi, sistem pengendalian internal, peningkatan kompetensi SDM, hingga pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah yang terus diperkuat.

“Pencegahan fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan atau Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Kita harus membangun budaya integritas di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh penyelenggara layanan kesehatan di Kabupaten Gresik menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap Program JKN tetap terjaga.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, berintegritas, profesional, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan masyarakat,” pungkas Alif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusnah mengatakan, rapat koordinasi tersebut digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola Program JKN yang transparan dan akuntabel.

Ia menjelaskan, fraud merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak sah dalam penyelenggaraan Program JKN. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah praktik tersebut.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan fraud, memperkuat koordinasi antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien,” ujar Mukhibatul Khusnah. (bas/arf)

Tags: JKNKabupaten GresikkesehatanPemkab GresikUHC
Previous Post

Karhutla Bromo Merembet ke Poncokusumo, Tim Gabungan Padamkan Api

Next Post

Developer Wangsakarta Klaim Kontraktor Wanprestasi, 9 Rumah Tak Sesuai Spek

Related Posts

Cegah Gizi Kurang pada Balita, Dinkes Kota Kediri Gencarkan Posyandu ILP
Kesehatan

Cegah Gizi Kurang pada Balita, Dinkes Kota Kediri Gencarkan Posyandu ILP

6 November 2026
Srikandi BPJS Jemput Bola, Ajak Warga Dukun Pindah ke Klinik Annahdlah
Kesehatan

Srikandi BPJS Jemput Bola, Ajak Warga Dukun Pindah ke Klinik Annahdlah

5 November 2026
Wabup Gresik Terima ATM Award 2026 atas Pengendalian Penyakit Menular
Kesehatan

Wabup Gresik Terima ATM Award 2026 atas Pengendalian Penyakit Menular

5 November 2026
Jambore Kesehatan Jiwa, Pemkab Kediri Ajak Hapus Stigma ODGJ
Kesehatan

Jambore Kesehatan Jiwa, Pemkab Kediri Ajak Hapus Stigma ODGJ

30 Oktober 2026
DPRD Usul Bangun RS Tipe C di Malang Selatan, Anggaran Rp 500 Miliar
Kesehatan

DPRD Usul Bangun RS Tipe C di Malang Selatan, Anggaran Rp 500 Miliar

27 Oktober 2026
Peduli Kesehatan, Program SEHATI BEM UNAIR Sasar Ibu dan Balita di Desa Balesari Malang
Kesehatan

Peduli Kesehatan, Program SEHATI BEM UNAIR Sasar Ibu dan Balita di Desa Balesari Malang

25 Oktober 2026
Next Post
Developer Wangsakarta Klaim Kontraktor Wanprestasi, 9 Rumah Tak Sesuai Spek

Developer Wangsakarta Klaim Kontraktor Wanprestasi, 9 Rumah Tak Sesuai Spek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com