JAVASATU.COM- Pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) turun jalan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Tugu Kota Malang, Sabtu (20/6/2026). Aksi tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang digagas pemerintah dan dinilai semakin menguat di tengah masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM.

Kegiatan yang dibungkus dengan “Apel Akbar dan Senam Bersama Simpatisan MBG Malang Raya” itu diikuti relawan dari berbagai daerah di Malang Raya.
Massa hadir dengan mengenakan atribut dukungan serta menyuarakan apresiasi terhadap program MBG yang dinilai berdampak pada sektor ekonomi bawah.
Penggagas kegiatan, Raden Djoni Sudjatmoko, mengatakan aksi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap program MBG lebih besar dibandingkan penolakan yang beredar di ruang publik.
“Intinya menyampaikan ke publik kenyataan di lapangan bahwa program MBG ini jauh lebih banyak yang senang daripada yang tidak senang,” kata R. Djoni Sudjatmoko, Sabtu (20/6/2026), kepada awak media.

Ia menilai, dukungan yang muncul di lapangan datang langsung dari petani dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat bawah.
“Yang tidak senang ini kan banyak buzzernya, sementara yang senang ini petani dan UMKM rata-rata tidak bersosial,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran ribuan massa dalam aksi tersebut menjadi bukti adanya antusiasme masyarakat terhadap program pemerintah.
“Kita cuma mengajak, relawan semua berangkat. Petani-petani ada yang berangkat karena mereka senang,” klaim Djoni.
Djoni juga menyebut program MBG memiliki dampak ekonomi yang cukup luas, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“UMKM ini sekitar 85 persen dari penduduk Indonesia ada di ekosistem itu,” katanya.
Ia menambahkan, program MBG juga dinilai memberi dampak pada sektor pangan, termasuk peternak yang disebut mengalami peningkatan harga produksi.
“Peternak telur dengan adanya MBG ini naik hampir 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto, menegaskan bahwa program pemerintah harus dilihat secara objektif. Ia menyebut kritik tetap diperbolehkan, namun tidak boleh berubah menjadi provokasi atau kebencian.
“Kalau memang ada evaluasi itu sangat wajar, tapi jangan mengumbar kebencian,” kata Moreno, kepada wartawan.
Ia menilai program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di sektor pendidikan dan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
“MBG ini untuk kebutuhan sekolah dasar, untuk pendidikan dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Moreno juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam menyikapi program nasional agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita harus menuju Indonesia Emas, jangan sampai diajarkan kebencian, itu tidak baik,” katanya.
Ia menambahkan, aspirasi dan evaluasi terhadap program pemerintah tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara konstruktif.
“Aspirasi boleh, evaluasi boleh, tapi jangan dipelintir jadi kebencian,” pungkasnya. (dop/saf)