JAVASATU.COM- Warga Perumahan Manyar Riverside di Jalan Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, masih kesulitan mendapatkan air bersih meski rumah yang mereka tempati sudah dihuni.

Hingga kini, jaringan air bersih belum tersambung ke kawasan perumahan tersebut, sehingga penghuni harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air tandon.
Salah seorang warga, Arivin, mengaku keluarganya harus membeli air bersih hingga tiga kali dalam sepekan. Setiap tandon air dikenakan biaya sekitar Rp30 ribu per meter kubik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Selama menempati rumah di sini, kami masih membeli air untuk kebutuhan sehari-hari karena jaringan air bersih belum masuk ke perumahan,” kata Arivin, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat yang digelar di Balai Desa Peganden pada awal Juni 2026.
Pertemuan itu dihadiri perwakilan warga, manajemen Manyar Riverside, Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik, dan Pemerintah Desa Peganden.
Namun, hingga kini belum ada solusi yang membuat air bersih dapat segera mengalir ke rumah-rumah warga.
“Harapan kami ada solusi dari pihak manajemen Manyar Riverside agar jaringan PDAM bisa segera masuk dan warga tidak terus-menerus membeli air,” ujarnya.
Lebih jauh, kembali ia menugaskan, belum tersedianya akses air bersih membuat warga harus menanggung biaya tambahan sejak menempati rumah.
“Padahal, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dibutuhkan penghuni untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegas dia.
Hingga kini, warga berharap ada langkah konkret dari pihak pengembang maupun Perumda Giri Tirta agar layanan air bersih segera tersedia dan mereka tidak lagi bergantung pada pasokan air dari luar.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik, Hartadi Agung Sutono, mengatakan secara teknis proyek penyediaan air bersih ke Manyar Riverside sebenarnya telah siap dilaksanakan. Material dan jaringan pipa telah tersedia sehingga tinggal dilakukan pemasangan.
“Nah, rencana awal jalur pipa memang melewati wilayah Manyar menuju Manyar Riverside. Perlengkapan sudah lengkap, pipanya juga sudah siap dipasang,” kata Hartadi.
Namun, realisasi pemasangan jaringan pipa masih terkendala adanya permintaan kompensasi dari sebagian warga yang wilayahnya akan dilintasi jalur pipa. Kondisi tersebut membuat proyek belum dapat dijalankan.
“Kalau rutenya diubah, kami harus melakukan pengadaan kembali dan perencanaan ulang. Itu akan memerlukan proses yang lebih panjang,” ujarnya. (bas/arf)