JAVASATU.COM- Prajaniti Hindu Indonesia menggelar Dialog Kepemimpinan dan Bedah Buku Lawar Leadership di Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (21/6/2026). Kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-58 Prajaniti Hindu Indonesia itu menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada budaya dan nilai dharma dalam menghadapi tantangan zaman.

Dialog menghadirkan Letjen TNI I Nyoman Cantiasa sebagai keynote speaker dan penulis buku, I Made Arya Amitaba. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara. Setiap peserta menerima satu buku Lawar Leadership dan kaos yang didonasikan BPR Kanti.
Ketua Umum Prajaniti, KS Arsana, mengatakan organisasinya pernah mengalami masa vakum cukup lama. Menurutnya, Prajaniti kembali bangkit setelah direvitalisasi pada 2013.
Ia mengibaratkan perjalanan organisasi seperti kisah Arjuna dalam Mahabharata. Arjuna bangkit setelah menemukan keyakinan menjalankan dharma. Prajaniti juga berupaya bangkit melalui penguatan pelayanan kepada masyarakat.
Arsana menjelaskan dua program utama Prajaniti selama dua tahun terakhir. Program tersebut meliputi Gerakan Ekonomi dan Gerakan Pendidikan. Organisasi membentuk koperasi dengan tata kelola profesional di berbagai daerah. Prajaniti juga menyelenggarakan bimbingan belajar gratis bagi siswa SD dan SMP.
“Pemimpin harus memahami budaya sebagai kompas strategis dan menjadikan dharma sebagai landasan moral dalam setiap keputusan,” ujar mantan Pangdam IX/Udayana tersebut.
Dalam paparannya, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada budaya dan dharma. Menurutnya, pemimpin harus memahami nilai budaya sebagai kompas strategis. Dharma harus menjadi fondasi moral dalam setiap keputusan. Pemimpin juga wajib mengutamakan semangat ngayah sebagai bentuk pengabdian. Seluruh proses kepemimpinan harus mengarah pada keberhasilan yang menyeluruh.
“Pemimpin berkarakter dharma akan menciptakan stabilitas dan kemajuan berkelanjutan melalui keputusan yang adil dan bermoral,” kata Cantiasa.
Sesi bedah buku berlangsung interaktif dengan moderator I Wayan Darmawan. Penulis I Made Arya Amitaba mengajak masyarakat mempelajari kepemimpinan melalui kearifan lokal.
Menurutnya, masyarakat tidak selalu harus mencari konsep kepemimpinan dari luar negeri. Filosofi lawar dinilai menyimpan nilai kepemimpinan yang relevan bagi kehidupan modern.
Peserta memberikan apresiasi terhadap gagasan yang ditawarkan buku tersebut. Mereka menilai lawar berhasil diangkat menjadi metafora kepemimpinan yang dekat dengan budaya Nusantara.

Pakar kepemimpinan Dr. I Putu Sastra Wingata menilai buku tersebut menghadirkan perspektif baru. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menerapkan nilai-nilai dalam buku menjadi praktik kepemimpinan. Ia berharap penerapan dimulai dari Bali sebelum berkembang secara nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh Hindu nasional. Hadir Dirjen Bimas Hindu Prof. Nengah Duija, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, mantan Ketua Umum PHDI Pusat SN Suwisna, dan tokoh Hindu lainnya.
Melalui dialog dan bedah buku tersebut, Prajaniti berharap lahir lebih banyak pemimpin berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai dharma untuk menjawab tantangan masa depan. (dewa/red)