JAVASATU.COM- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang pemerintah, bukan oposisi. Sikap politik tersebut disampaikan dalam penutupan rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang digelar melalui kegiatan tawasulan dan doa bersama di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Rabu (24/6/2026) malam.

Selain menjadi momentum mengenang jasa Proklamator RI Ir. Soekarno, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pandangan politik partai terhadap berbagai isu nasional, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“PDI Perjuangan hari ini menjadi tidak partai oposisi, tetapi kita penyeimbang. Program-program pemerintah yang baik tentu kita dukung, tetapi kalau ada yang perlu diperbaiki, kita akan memberikan masukan,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.
Didik menjelaskan, posisi sebagai penyeimbang berarti PDIP tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus berada dalam barisan oposisi. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian PDIP adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Didik menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, namun pelaksanaannya perlu dievaluasi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Bagaimana MBG itu pelaksanaannya harus diatur sedemikian rupa. Tidak harus langsung secara keseluruhan dengan jumlah yang besar, tetapi bisa dimulai dengan pendataan yang jelas terhadap anak-anak atau masyarakat yang memang berhak menerima,” ujarnya.
Menurut Didik, wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seharusnya menjadi prioritas utama penerima manfaat program MBG. Sementara daerah yang kondisi ekonominya sudah lebih baik dapat diarahkan pada program lain yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ketika desa sudah mandiri dan kondisi ekonominya cukup baik, program bisa diarahkan pada kebutuhan lain, salah satunya bantuan pendidikan yang juga penting untuk masa depan anak-anak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Didik juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai nasionalis religius. Hal itu ditunjukkan melalui berbagai kegiatan Bulan Bung Karno yang tidak hanya berisi agenda kebangsaan, tetapi juga kegiatan keagamaan seperti khataman Al-Qur’an dan tawasulan.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan tidak hanya partai nasionalis, tetapi juga partai nasionalis religius,” ungkap Didik.
Ia menambahkan, sosok Bung Karno yang diperingati setiap Juni tidak hanya dikenal sebagai bapak bangsa, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual yang menjadi inspirasi dalam perjuangannya membangun Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, mengatakan kegiatan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Saatnya PDI Perjuangan mengajak masyarakat untuk menengadah ke atas. Karena Allah satu-satunya yang mampu memberikan pertolongan dan semangat untuk mengawal bangsa ini,” ujarnya.
Kegiatan penutupan Bulan Bung Karno itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Malang. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, menilai berbagai program sosial dan keagamaan yang dijalankan PDIP memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang dilakukan PDI Perjuangan. Ada program pondok pesantren, pembangunan masjid, dan kegiatan sosial lainnya yang sangat baik untuk mendukung kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Budiar.
Melalui peringatan Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang berharap semangat nasionalisme, religiusitas, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran partai sebagai penyeimbang dalam kehidupan demokrasi. (agb/arf)