JAVASATU.COM- Band thrash metal legendaris asal Malang, Dyemarker, kembali membawa album ikonik “Asap Neraka” ke atas panggung.
Momen spesial itu akan berlangsung dalam gelaran Rock On Fire Tribute to Iron Maiden, Sepultura, dan Metallica di HI5 Lounge Anang Karaoke, Malang, pada Minggu, 19 Juli 2026.

“Ini spesial karena kami akan memainkan karya yang lahir dari Malang, untuk Malang,” ujar manajemen Dyemarker dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).
Penampilannya bakal menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh penggemar musik metal. Berbeda dari penampilan tribute pada umumnya, Dyemarker akan membawakan materi dari album mereka sendiri secara penuh, termasuk lagu-lagu dari “Asap Neraka”, album yang hingga kini dikenal sebagai salah satu tonggak penting perkembangan musik thrash metal Indonesia.
Dyemarker merupakan band yang lahir di Malang pada 1986. Grup ini didirikan oleh Yanuar (drum) dan Agus (bass), kemudian diperkuat Nanang sebagai vokalis, almarhum Baseman di gitar, serta Rouf. Pada awal perjalanan, mereka dikenal membawakan lagu-lagu Slayer, Kreator, Dark Angel, hingga Sepultura sebelum akhirnya menciptakan identitas musik sendiri.
“Kami ingin menghadirkan kembali energi asli Dyemarker lewat lagu-lagu yang selama ini menjadi identitas band,” ungkapnya.
Nama Dyemarker semakin dikenal setelah tampil satu panggung bersama musisi nasional seperti Nike Ardilla, Slank, dan God Bless. Sejak saat itu, mereka menjadi salah satu pionir thrash metal di Malang yang konsisten mempertahankan karakter musik cepat, agresif, dan sarat kritik sosial.
Album “Asap Neraka” menjadi karya yang melekat dengan perjalanan Dyemarker. Rilisan tersebut dinilai banyak kalangan sebagai salah satu album yang ikut membuka jalan bagi berkembangnya skena musik metal di Malang maupun berbagai daerah di Indonesia.
Dalam penampilan di HI5 Lounge Anang Karaoke nanti, Dyemarker akan hadir dengan formasi terbaru yang diperkuat Mento Torment dan Adisty di posisi gitar, bersama Nanang (vokal), Yanuar (drum), dan Agus (bass).
Perpaduan personel lama dan baru diharapkan menghadirkan warna segar tanpa meninggalkan karakter thrash metal yang menjadi ciri khas band.
Konser ini menjadi ajang nostalgia bagi penggemar lama yang tumbuh bersama kaset “Asap Neraka”, sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk menyaksikan secara langsung salah satu band pelopor thrash metal asal Malang yang masih aktif berkarya hingga kini.
Bagi pencinta musik cadas, penampilan Dyemarker pada 19 Juli 2026 diprediksi menjadi salah satu suguhan utama dalam gelaran Rock On Fire Tribute, sekaligus mengobati kerinduan terhadap lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari sejarah musik metal Indonesia. (dic)