JAVASATU.COM- Seorang warga negara (WN) China bernama Liu Zhongxin (26) resmi memeluk agama Islam di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Selasa (30/6/2026).
Prosesi ikrar dua kalimat syahadat dipandu langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, yang sekaligus memberikan pembekalan tentang syariat, tauhid, dan akhlak sebagai bekal menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

“Masuk Islam itu adalah awal perjalanan. Jangan merasa harus langsung bisa semuanya. Belajarlah setahap demi setahap. Yang penting terus belajar dan jangan berhenti,” pesan KH Ainur Rofiq Thoyyib.
Dalam pembekalannya, Kiai Rofiq menegaskan bahwa seorang mualaf tidak dituntut menguasai seluruh ajaran Islam dalam waktu singkat.
Menurutnya, proses belajar harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari memahami dasar-dasar ibadah hingga memperkuat keimanan.
“Kalau salat belum hafal semua bacaannya tidak apa-apa. Mulailah dari Al-Fatihah, kemudian belajar surat-surat pendek dan tata cara ibadah lainnya. Islam mengajarkan proses, bukan memaksa seseorang menjadi sempurna dalam sekejap,” ujarnya.
Selain mempelajari syariat, Kiai Rofiq menekankan pentingnya memperkuat tauhid sebagai fondasi keislaman. Ia mengingatkan agar seorang mualaf menjaga keimanan dan terus memperdalam pemahaman tentang rukun iman.
“Yang harus dijaga adalah iman. Jangan sampai setelah masuk Islam justru keluar lagi. Pondasi tauhid harus benar-benar kuat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan akhlak merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang Muslim.
Menurutnya, seseorang yang memeluk Islam harus berupaya meninggalkan kebiasaan buruk serta tetap menghormati dan berbuat baik kepada orang tua, meski berbeda keyakinan.
Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Liu Zhongxin mengaku bersyukur telah menjadi seorang Muslim. Pria yang bekerja di PT Xinyi Glass, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, itu menegaskan keputusannya memeluk Islam murni lahir dari keyakinan pribadi.
“Saya masuk Islam karena kemauan saya sendiri. Tidak ada seorang pun yang memaksa saya. Ini adalah keputusan yang saya ambil dengan kesadaran dan keyakinan saya,” ujar Liu.
Liu mengungkapkan dirinya telah mengenal keberadaan umat Islam sejak tinggal di China. Namun, ketertarikannya semakin besar setelah tinggal di Indonesia dan berinteraksi dengan masyarakat Muslim.
“Saya melihat orang-orang Islam di Indonesia sangat ramah. Mereka menghargai orang lain, suka menolong, dan menerima saya dengan baik. Dari situ saya mulai tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Islam,” tuturnya.
Ia juga mengaku semakin mendalami Islam setelah menjalin hubungan dengan seorang perempuan asal Tangerang bernama Anisa. Meski demikian, Liu menegaskan keputusan menjadi mualaf bukan karena paksaan ataupun syarat untuk menikah.
“Saya mengenal Anisa dan kami berencana menikah. Tetapi keputusan masuk Islam bukan karena dipaksa. Saya memang ingin menjadi seorang Muslim karena saya percaya dan yakin,” tegasnya.
Prosesi ikrar mualaf berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa yang dipimpin Sekretaris MUI Kabupaten Gresik KH Muhsin Munhamir. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pengurus MUI Kabupaten Gresik. (bas/nuh)