JAVASATU.COM- Polres Gresik menggelar doa bersama lintas agama menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Aula Rupatama SAR Polres Gresik, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, Forkopimda, dan tokoh lintas agama dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta kondusivitas Kabupaten Gresik.

Doa bersama dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, jajaran pejabat utama Polres Gresik, personel kepolisian, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai agama.
“Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami bersyukur dapat berkumpul bersama Forkopimda dan para tokoh agama. Hari ini juga menjadi kebahagiaan bagi keluarga besar Polres Gresik karena sebanyak 79 personel memperoleh kenaikan pangkat,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Sebelum doa bersama dimulai, Polres Gresik menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ungkapan syukur menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat.
Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara, mulai dari berbagai perlombaan hingga doa bersama yang digelar menjelang puncak peringatan.
“Kami menyadari bahwa menciptakan situasi Gresik yang aman dan kondusif tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan Forkopimda dan para tokoh agama sangat penting karena mereka menjadi teladan dan pembimbing masyarakat. Kami memohon doa agar Polri, khususnya Polres Gresik, senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut AKBP Ramadhan, doa bersama lintas agama merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual dengan Mabes Polri. Kehadiran seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Suasana kebersamaan tampak dalam kegiatan tersebut dengan kehadiran perwakilan agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, serta organisasi lintas agama yang bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan bangsa dan kemajuan institusi Polri.
Puncak acara diisi doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing. Seluruh peserta kemudian mengikuti doa bersama nasional yang digelar Mabes Polri melalui video conference sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen Polres Gresik dalam memperkuat sinergitas lintas agama serta menjaga persatuan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Gresik. (bas/arf)