JAVASATU.COM- PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program SANF Sustainability Squad. Program yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026 itu memberikan pendanaan, pendampingan, dan monitoring kepada dua tim mahasiswa terpilih untuk mengembangkan proyek pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan lingkungan.

Program tersebut diawali dengan proses seleksi yang diikuti lebih dari 60 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari seleksi tersebut, SANF menetapkan dua tim terbaik yang dinilai memiliki inovasi, relevansi terhadap kebutuhan masyarakat, serta potensi menghadirkan dampak yang berkelanjutan.
“Melalui SANF Sustainability Squad, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide-ide inovatif secara langsung di tengah masyarakat. Kami meyakini kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” demikian disampaikan SANF dalam keterangan resminya, diterima Redaksi Jaavsatu.com pada Selasa (14/7/2026).
Selama program berlangsung, kedua tim memperoleh pendampingan intensif melalui pertemuan mingguan, pembekalan metodologi inovasi, sesi berbagi pengalaman, hingga evaluasi berkala guna memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu tim terpilih, Harmoni dari Universitas Brawijaya, menjalankan program pemberdayaan di Desa Kemulan, Kabupaten Malang, dengan fokus pada kesehatan mental ibu hamil dan ibu pascamelahirkan. Program tersebut meliputi pelatihan terhadap 34 kader kesehatan, skrining lebih dari 20 ibu nifas menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), penyelenggaraan kelas postpartum yoga, hingga peluncuran situs Harmoni Indonesia sebagai media edukasi kesehatan mental.
Selain itu, tim Harmoni juga merevitalisasi ruang Puskesmas Pembantu menjadi Harmoni Center, yaitu ruang layanan kesehatan mental yang dilengkapi fasilitas yoga dan dikelola bersama masyarakat. Keberadaan pusat layanan tersebut juga diharapkan membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi para ibu di desa setempat.
Sementara itu, tim Nevirominds dari IPB University mengembangkan program penanganan pencemaran timbal di Desa Cinangka, Kabupaten Bogor. Program tersebut menggabungkan edukasi kesehatan dan lingkungan, pengembangan teknologi filter air, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pemberdayaan pemuda melalui sekolah lapang dan pembentukan relawan Neviro Squad.
Program Nevirominds telah menjangkau lebih dari 150 penerima manfaat melalui berbagai kegiatan edukasi, aksi lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengatasi dampak pencemaran timbal.
“Program ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan di lapangan, tetapi juga membuka perspektif baru bagi perusahaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan. Ke depan, kami berharap SANF Sustainability Squad terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjut pernyataan SANF.
Melalui SANF Sustainability Squad, perusahaan berharap sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus menghasilkan inovasi sosial yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (nuh)