JAVASATU.COM- Apa yang membuat Biliar Kota Malang mampu mendominasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur selama empat edisi berturut-turut? Rahasia di balik prestasi tersebut akhirnya diungkap dalam Podcast Mbois Sport Episode 8, hasil kolaborasi KONI Kota Malang bersama JAVASATU.COM.
Dipandu host El-Kepet, podcast kali ini menghadirkan Sekretaris Umum KONI Kota Malang sekaligus Pemonev Cabang Olahraga Biliar, Joko Purwosusanto, Pelatih Biliar/ POBSI Kota Malang Rahim Satriawan Yusithama ST, serta atlet Biliar Kota Malang Daffa Raihan Afif. Ketiganya membedah proses panjang yang membuat POBSI Kota Malang menjadi kekuatan utama biliar di Jawa Timur.
Joko Purwosusanto mengungkapkan, keberhasilan tersebut dibangun melalui pembinaan yang konsisten dan terukur, bukan hanya menjelang pertandingan.
“Alhamdulillah, dari Porprov ke-6, ke-7, ke-8 hingga ke-9, Biliar Kota Malang selalu menjadi juara umum di Jawa Timur. Bahkan di KONI Kota Malang, biliar menjadi cabang olahraga penyumbang prestasi terbaik,” ujar Joko.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi tantangan tersendiri menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. POBSI Kota Malang menargetkan tetap mempertahankan status juara umum meski persaingan dipastikan semakin ketat.
“Target kami di Porprov 2027 tetap mempertahankan gelar juara umum. Kami optimistis karena persiapan sudah dimulai lebih awal,” katanya.
Sementara itu, Pelatih POBSI Kota Malang, Rahim Satriawan Yusithama, mengungkapkan salah satu kunci dominasi Kota Malang adalah memulai latihan jauh sebelum program pemusatan latihan resmi digelar. Menurutnya, pembinaan atlet dilakukan sepanjang tahun sehingga kemampuan atlet terus berkembang.
“Sebelum ada pra-pemusatan latihan kota, kami sudah lebih dulu menjalankan latihan rutin. Jadi ketika program resmi dimulai, atlet tinggal meningkatkan performanya,” ujar Rahim.
Rahim juga menegaskan bahwa regenerasi atlet menjadi perhatian utama POBSI Kota Malang. Setiap kali ada atlet yang tidak lagi memenuhi batas usia pertandingan, penggantinya sudah dipersiapkan melalui pembinaan dari berbagai komunitas dan kejuaraan yang rutin digelar di Kota Malang.
Tak hanya itu, podcast juga membahas perubahan citra olahraga biliar di tengah masyarakat. Jika dulu kerap dipandang identik dengan perjudian, kini biliar berkembang menjadi olahraga prestasi yang melahirkan atlet nasional hingga internasional.
“Sekarang banyak atlet muda Indonesia yang berprestasi sampai level internasional. Pandangan masyarakat terhadap biliar juga semakin berubah menjadi olahraga yang membanggakan,” kata Rahim.
Atlet Biliar Kota Malang, Daffa Raihan Afif, turut membagikan pengalamannya meniti prestasi sejak mengenal biliar saat duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Ia mengaku konsistensi latihan dan disiplin membagi waktu menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
“Kuncinya disiplin. Dulu setelah pulang sekolah saya langsung latihan. Sekarang target saya bisa terus berkembang dan menyumbangkan medali emas untuk Kota Malang,” ujar Daffa.
Dalam podcast tersebut juga diungkap dukungan KONI Kota Malang terhadap atlet tidak hanya berupa pembinaan olahraga. Atlet berprestasi juga mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi nonakademik hingga beasiswa bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Menjelang Porprov Jawa Timur 2027, POBSI Kota Malang memasang target meraih 12 medali emas sekaligus memperpanjang tradisi sebagai juara umum cabang olahraga biliar.
Seluruh pembahasan mengenai strategi pembinaan, regenerasi atlet, tantangan mempertahankan gelar, hingga kisah perjuangan atlet muda Kota Malang dapat disaksikan dalam Podcast Mbois Sport Episode 8 di kanal YouTube JAVASATU.COM. Podcast ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dekat rahasia di balik dominasi Biliar Kota Malang yang selama ini menjadi salah satu cabang olahraga paling berprestasi di Jawa Timur.