JAVASATU.COM- Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik tidak hanya menampung siswa dari wilayah Kabupaten Gresik. Puluhan peserta didik dari Kabupaten Lamongan dan Pulau Bawean juga akan mengikuti pendidikan di sekolah yang berada di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu tersebut.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat 1 Gresik membina total 405 peserta didik. Jumlah itu terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA.
“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Dari total tersebut, sebanyak 60 siswa merupakan titipan dari Kabupaten Lamongan. Selain itu, sebanyak 26 siswa asal Pulau Bawean juga dijadwalkan bergabung setelah kondisi cuaca pelayaran memungkinkan.
Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kebutuhan utama siswa, termasuk seragam, perlengkapan belajar dan konsumsi, diberikan secara gratis.
Bupati Gresik mengatakan pendidikan menjadi salah satu cara penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa,” kata Bupati Yani.
Perwakilan Dinas Sosial Gresik dr. Yumna Qolimatul Aza mengatakan proses bergabungnya siswa Bawean masih menunggu kondisi pelayaran yang aman.
“Sebanyak 26 siswa asal Pulau Bawean akan segera bergabung mengikuti proses belajar setelah kondisi cuaca pelayaran kembali memungkinkan,” jelas Yumna.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dan memiliki 26 gedung yang dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran. (bas/arf)