JAVASATU.COM- Sekitar 4.000 peserta meramaikan Junrejo Culture Carnival 2026 di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (9/8/2026). Ribuan warga memadati jalan utama desa untuk menyaksikan karnaval budaya yang menjadi bagian dari Selamatan Desa sekaligus rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Mengusung tema “Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa”, karnaval melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, lembaga desa hingga perwakilan warga dari setiap RW.
“Wajib hukumnya di sound itu ada kreasi adat yang sesuai tema. Jadi tidak hanya jalan saja, tapi harus ada unsur budayanya,” kata Ketua Panitia Junrejo Culture Carnival 2026, Simon Purwo Ali.
Setiap kontingen menampilkan kreasi yang mengangkat keberagaman budaya Nusantara, di antaranya budaya Jawa Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali. Konsep tersebut membuat arak-arakan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah.
Di tengah kemeriahan karnaval, panitia menerapkan pembatasan penggunaan perangkat audio untuk menjaga ketertiban. Setiap kontingen diperbolehkan menggunakan maksimal enam unit subwoofer.

Aturan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara ketua RW se-Desa Junrejo, panitia, pemerintah desa, dan kepolisian. Pembatasan diterapkan seiring meningkatnya penggunaan sistem suara berdaya besar yang populer dengan istilah sound horeg.
“Tidak jauh beda sama tahun lalu, cuma tahun ini kebanyakan sound. Saya anggap ini wabah sound, karena memang lagi ngetrennya seperti itu. Namun harus kita batasi,” ujar Simon.
Menurut panitia, pembatasan tersebut bukan untuk menghilangkan kemeriahan karnaval, melainkan menjaga agar hiburan tetap berjalan seiring dengan ketertiban masyarakat.

Kepala Desa Junrejo Andi Faizal Hasan mengatakan Junrejo Culture Carnival tidak hanya dirancang sebagai hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi sosial untuk menanamkan nasionalisme sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.
“Tema tersebut dipilih sebagai representasi semangat masyarakat Junrejo yang hidup dalam keberagaman budaya, bersatu dalam cita-cita mewujudkan pembangunan desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” kata Andi.
Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam karnaval dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal maupun nasional, terutama di kalangan generasi muda.
Koordinasi dengan aparat keamanan juga dilakukan sejak persiapan acara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan dapat dinikmati masyarakat.

Rangkaian Selamatan Desa Junrejo dan peringatan HUT ke-81 RI masih akan berlanjut.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 melalui resepsi akbar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. (yon/arf)