JAVASATU.COM- Siswa kelas 5 MI Al-Karimi Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, belajar membuat poster digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Praktik tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program digitalisasi madrasah.

Kegiatan yang digelar Selasa (11/8/2026) itu membuat siswa antusias. Mereka tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga ditantang menyusun perintah atau prompt agar AI menghasilkan poster sesuai ide yang mereka kembangkan.
Guru pengampu TIK MI Al-Karimi, Ahmad Khilmi Khoir, mengatakan praktik tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memanfaatkan AI sebagai alat untuk belajar dan berkarya.
“Alhamdulillah, praktik pembuatan poster digital melalui AI ini murid sangat antusias. Anak-anak belajar bagaimana menyusun prompt yang tepat, mengembangkan ide kreatif, serta memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan sebuah karya poster digital yang menarik dan edukatif,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, setiap siswa menghasilkan karya dengan konsep yang berbeda. Perbedaan tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, imajinasi, dan kreativitas melalui teknologi.
“Ini hasil karya kreatif murid kelas 5. Setiap poster memiliki ide, imajinasi, dan kreativitas yang berbeda. Semoga kegiatan ini bisa selalu menginspirasi murid dalam berinovasi dan berimajinasi yang baik,” ujarnya.
Ahmad menambahkan, pembelajaran berbasis AI tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Siswa juga dilatih berpikir kreatif, mencoba hal baru, serta berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya digital.
“Anak-anak tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga belajar berpikir kreatif, mencoba hal baru dan berkarya dengan percaya diri. Bangga dengan proses dan karya kalian, anak-anak hebat. Teknologi untuk belajar, kreativitas untuk berkarya,” pungkasnya.
Praktik pembuatan poster digital menggunakan AI tersebut menjadi salah satu upaya MI Al-Karimi Tebuwung dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara produktif dalam proses pembelajaran. Siswa diarahkan agar teknologi tidak hanya digunakan untuk konsumsi konten, tetapi juga sebagai sarana belajar, berkreasi dan menghasilkan karya. (hoo/arf)